bantenmuda’s Blog






         Just another Friendster Blogs weblog

February 4, 2009

New Messages : LEBAiY

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 10:54 am

Menyambut Bulan VALENTINE, February 2009. NEW MESSAGES BAND meluncurkan lagu LEBAiY (Rayuan Hati) dengan harapan dapat menghibur para pencinta musik di tanah air yang sedang domabuk kasmaran.

Awalnya band ini terbentuk dengan nama X_Rans di bulan Januari 2005. Ryan (Melody) & Abza (Bass) tertarik untuk terjun ke dalam dunia musik, kemudian hadir pula Sinyo (Vokalis) dan Fela (Drummer). Menginjak tahun 2006 X_Rans semakin serius dengan berganti nama menjadi D’Message’sdan menambah Personilnya yaitu Nicky (Rytem).

Sebelum berkarir solo, bergabungnya Dio dan Muti dari Mamamia 2008 memberikan nuansa feminim pada band ini sehingga disesuaikan namanya menjadi NEW MESSAGE BAND, kepergian mereka berdua untuk menapaki karir, bergantinya drummer menjadi Vian dan bergabungnya Dika diband ini memberikan inspirasi pada setiap penampilan dan disetiap lagu yang diciptakan mereka untuk menyampaikan sebuah pesan yang mereka miliki.

Dengan Genre Power Pop & Jaaz (Not Jazz) yang diciptakan & dilandasi dengan rasa cinta seperti cinta kepada Sahabat, Orang Tua dan Sesama, terciptalah lagu , LEBAiY (Rayuan hati), Cerita Sahabat, Lagu untuk Ibu dan Izinkan Aku.

Di album pertama ini New Messages mempunyai 2 buah lagu andalan LEBAiY (Rayuan hati) bernuansa Pop Jazzy yang diciptakan Sinyo, Dika dan Hugo, Cerita Sahabat (CS) yang bernuansa Pop Rock yang diciptakan Sinyo. New Messages yang berhasil menjadi TOP1 Hits Se Kampus SMU 28 Oktober Jakarta sehingga terhimpun sebuah Fans Base, mereka menampakan dirinya CS Messager. Selamat menikmati setiap pesan yang disampaikan oleh NEW MESSAGES. (*)

January 29, 2009

CERPEN: HUJAN DI WAKTU MALAM

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 4:18 am

Hujan di waktu malam yang Aku suka, dikotori oleh darah dari seorang lelaki yang belum selesai Aku rangkai puzzlenya. Seorang yang memperkenalkan dirinya ’Lelaki’. Tubuhnya telungkup dengan punggung tertembus peluru, lalu, air hujan menghanyutkan darahnya dan mencarikan lubang sisi jalan di bawah trotoar, dan terus mengalirkannya entah kemana. Lelaki yang menyisakan kalimat, ”Untuk keselamatan orang banyak, mestinya Kita dengan rela hati menjadi mortir”. Sungguh, Aku tidak mengerti.

Aku pandangi tubuhnya yang telungkup terdorong oleh dua peluru yang kemudian bersarang di punggungnya. Sesekali lampu mobil menunjukan lubang tempat peluru bersarang. Darah. Merah. Membuncah.

Siapa gerangan yang telah dengan sengaja menodai kecintaanku pada hujan di waktu malam, dengan letusan di tengah kelam, dengan peluru saat hujan, dengan darah pada jernihnya air.

Aku suka hujan, namun Aku benci kematian. Malam ini, Lelaki itu telah pergi, nyawanya dirampas dengan paksa oleh dua peluru. Padahal, teka-teki tentang lelaki itu masih terlalu sedikit untuk Aku simpulkan.

Pertama Aku dapati Lelaki itu di malam Bulan Desember saat hujan dengan rinainya yang lembut seperti tepung yang keluar dari ayakan. Lampu di perempatan tak dapat memperlihatkan wajahnya yang ditudung topi. Mengenakan jaket hitam pun celana dan sepatu kulit warna hitam.

Rasa ingin tahuku timbul, setelah pertemuan yang berulang-ulang tanp tegur sapa. Dia dengan pakaian yang dikenakan, dengan kebiasaannya, dan dengan keacuhannya pada hujan. Dia sama sekali tak perduli dengan angin yang mengusapkan air hujan pada wajahnya. Juga tak perduli saat ban mobil menyiramkan air yang tergenang pada pakaiannya.

Arah Kami bersilangan. Persilangan Kami selalu di tempat yang sama, pada jam yang sama. Untuk mengenalinya, Aku mencoba merubah ruteku dengan mengikuti rutenya.

Hujan cukup deras. Langkahnya tak berubah. Air hujan tampak panjang-panjang di bawah sinar merkuri yang ditembakkan kendaraan bermotor. Sesekali angin berembus pelan membuat air hujan seakan menari. Dengan angin itu, hujan menaburi wajah Kami. Dingin. Dalam. Menggetarkan.

”Mengapa Kamu berubah rute?” tanyanya saat Aku mulai mendekat.

”Aku ingin dapati sesuatu yang lain,” jawabku.

”Silakan Kamu duluan.”

”Apakah kehadiranku membuatmu terusik?”

”Tidak juga,” jawabnya, tanpa merubah irama langkahnya. Tak pernah Aku dapati raut wajahnya.

Lalu lalang kendaraan yang semakin cepat saat malam makin dalam. Garis putih median jalan menjadi penanda berharga bagi pengemudi yang lelah mata.

Lampu lalu lintas menyisakan warna kuning berkedip-kedip. Seseorang Aku dapati menari-nari di bawah lampu penerang jalan saat senyap. Mereka begitu menikmati. Tarian mereka meniru tarian para sufi, berputar ke kiri dengan tangan kanan terlentang dan tangan kiri ditekuk menunjuk ke atas, sesekali menengadah dengan mulut menganga, kemudian menelan airnya, dan tersenyum.

Aku terbiasa dengan perhatianku pada semua yang aku dapati selama perjalanan. Para pengisi malam dengan kegiatannya, Satpam yang tertidur di kursi pos jaga dengan kaki yang disilangkan di atas meja dan topi yang menutupi sebagian wajahnya.

Pedagang sekuteng memarkirkan gerobaknya di samping halte. Kursi papan persegi panjang dengan beberapa pembeli. Para pembeli sengaja berlama-lama dengan semangkuk kecil sekutengnya.

Penjual nasi goreng keliling menjajakan dagangannya, menabuhi tepi piring memakai sendok. Terus berjalan hingga mendapati peminat.

Malam itu Aku tak mendapati apa-apa tentang dirinya.

Malam berikutnya, Aku dapati Dia sedang menyeruput kopi panas yang tersisa setengah gelas di warung pinggir jalan tepatnya di perempatan taman kota. Dia bergegas hendak pergi saat Aku akan duduk di sampingnya. Aku tidak berhasil.

Malam berikutnya lagi, Aku dului Dia di warung itu. Berbincang sebentar dengan pedagang tentang lelaki itu. Aku peroleh jawaban, ”kurang tahu, biasanya memang Dia mampir ke sini, tapi Aku tak mendapati apapun dari mulutnya, hanya suara hmm, lama-lama Aku malas bertanya”.

”Hanya itu?” tanyaku memastikan.

”Ya. Dan Dia selalu pergi saat ada yang duduk disampingnya, sambil meletakan uang sepuluh ribu,” jawab pedagang kopi berwajah keriput.

Sesaat Aku tunggui Dia. Saat muncul Dia tak menghentikan langkahnya meski hujan amat lebat malam itu. Aku pandangi Dia. Dari hembusan nafasnya terlihat kabut dingin diterpa sinar lampu penerang jalan. Aku bergegas mengikutinya.

”Aku tahu, Kamu mengikuti Aku. Apa perlunya Kamu?”

Aku gelagapan dibuatnya. Ternyata Dia membaca gerak-gerikku. Aku mencoba untuk tenang. Dan, dengan senyum Aku balas pertanyaannya.

Dia tak membalas. Wajahnya tertutup topi laks yang kenakannya. “Rupanya ada orang yang tertarik untuk memperhatikanku,” lanjutnya.

Aku jawabi Dia dengan senyum.

“Kamu bekerja di mana?” tanyanya.

Aku jawabi semua pertanyaannya. Hingga pada waktunya Aku ajukan pertanyaan-pertanyaan padanya.

Malam beranjak ditemani hujan dan sedikit angin yang mengibas-kibas tenda warung kopi. Lepas tengah malam, kami berpisah. Dia selalu mengambil jalan yang berlawanan arah dari jalan yang ingin Aku lewati. Aku tidak mau Kamu mendapati kesulitan karena berteman denganku, begitu ucapnya saat mengakhiri pembicaraan.

Hingga akhirnya menjadi rutin Kami bertemu. Dari sikapnya, Aku baca Dia begitu tertutup. Dari cara bicaranya, Aku yakin Dia orang yang tegas dalam prinsip. Dari perilakunya, Aku percaya Dia orang yang pemberani.

”Tak perlu Kami tahu siapa namaku dan dari mana asalku atau tempat tinggalku. Manusia dikenal dan dikenang oleh orang lain hanya dari kepribadian dan atas apa yang telah dilakukan,” jawabnya saat Aku menanyakan namanya.

”Lalu, Aku harus memanggil Anda apa?” tanyaku.

”Panggil saja Aku, ’Lelaki’”.

Aku tak pernah sekalipun melihatmu di waktu siang.”

”Sebagian orang melihat malam adalah sosok yang menakutkan, sebagian orang menggunakan malam sebagai gorden.”

”Aku suka hujan. Sepertinya Lelaki pun demikian.”

”Hujan mampu meredam emosi. Airnya mampu menghayutkan kegelisahan.”

”Di Kota ini, Lelaki tinggal bersama siapa?”

”Bersama perjuangan.”

”Apa yang ingin Lelaki perjuangkan?”

”Melepaskan masyarakat dari jerat para lintah darat.”

”Sudah dimulai langkah itu?”

”Sudah, dan akan terus dilakukan.”

”Apa saja yang telah Lelaki lakukan?”

”Telah Aku pisahkan lengannya dari tubuhnya.”

Terhenyak Aku dibuatnya.

”Negara tak mampu menyusun kebijakan ekonomi yang berkeadilan. Aparat telah gagal melindungi rakyatnya dari ganasnya cengkraman para rentenir. Hukum telah diperjualbelikan.”

”Tidakkah ada cara lain?”

”Bagi yang lain, pastinya ada. Tapi, bagiku inilah jalan satu-satunya.

***

Hingga akhirnya, Malam ini Aku dapati Dia telungkup bersimbah darah dengan punggung yang tertembus dua peluru yang disarangkan oleh entah siapa.

Hujan masih mengguyur dalam kelam berkabut dendam.

***

Oleh :Muhlisi, mahasiswa STIE Bina Bangsa Banten jurusan Akuntansi

Sangat menyukai Sastra dan cukup produkti dalam membuat Puisi dan Cerita Pendek

Berminat mengetahui karya-karyanya yang lain? hubungi 0813.8482.2765

January 25, 2009

“T-Five Mulai Mendua”

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 12:15 am

Dengan formasinya yang baru T-Five yang pada tanggal 20 Juli 2008 genap berumur 9 tahun, tidak berhenti sampai album ke 3 nya tetapi tetap terus berkarya di blantika musik Indonesia. Pada tanggal 22 September 2008 T-Five resmi bergabung dengan Pandawa Kreasindotama, yang bertindak sebagai pihak label T-Five.

Di dalam album terbaru T-Five yang berjudul “The Legacy” ini, akan terdapat lagu yang berjudul “MENDUA” lagu ini bertemakan fenomena cinta segitiga yang dikemas secara menarik dan rapih dalam musik Pop R&B. Lagu “MENDUA.” ini adalah kelanjutan dari Single “Tak Akan Hilang” yang telah dirilis sebelumnya oleh Twister Five Ent. di awal bulan Juli tahun 2008. Nuansa musik beraliran R&B/Hip Hop yang kental ini menjadi indikator bahwa T-Five yang dari tahun 2001 sudah kita kenal tetap eksis pada jalur (genre) musiknya yaitu R&B/Hip Hop.

Album terbaru dari T-Five ini direncanakan akan rampung di akhir bulan Januari 2009, sehingga pada bulan Februari 2009 sudah dapat beredar dan meramaikan industri musik Indonesia. Untuk penggarapan video klip pertama, pihak T-Five dan Pandawa Kreasindotama sepakat memilih lagu “MENDUA” yang temanya bercerita tentang seseorang yang mempunyai dua orang kekasih (dengan berat hati ia menjalani hubungan cinta segitiga tersebut). Kekasih yang pertama berbudi & berakhlak baik, sedangkan kekasih nya yang kedua sangatlah berbanding terbalik dengan yang pertama. Diakhir cerita dari lagu ini orang tersebut harus memilih yang manakah kekasih yang terbaik untuk dirinya.

Album ke 4 T-Five ini adalah obat pelipur kerinduan bagi para fans dari T-Five (T-Five’rs), karena seperti kita ketahui sendiri sudah cukup lama juga T-Five belum mengeluarkan album nya yang baru. Konsep live performance (manggung) nya T-Five pun tidak banyak berubah. T-Five tetap enerjik di panggung, T-Five tetap memadukan harmonisasi suara vokal yang sedap didengar telinga, dan T-Five juga tetap melantunkan rima-rima “Seni Berbicara Cepat” (Rapp) yang mendebarkan jantung dan menggelitik telinga para fans nya (T-Five’rs). *** (Wira)

T - Fiveare :

Andi Rustandi (And One) – Piano/Keyboard

Experiences:

Marching Band BPI Junior High School Bandung (1987 – 1988)

ME Voices, EMS Band, Blue Guys Band, Letter D Band

Cameo as “The Maunx” at Wide Screen Movie “Bad Wolves” (2005)

(Directed by Richard Buntario)

Piano and Vocal Instructor at Elfa Music Secoria (EMS) (2006 – Now)

Choir Lecturer at R.S. Rajawali, Bdg (April 2008 – Now)

Featuting Artist:

As Andi T-Five (Keyboard) at Marcell Band (January – October 2007)

Aswani Anshari (Ice Win) – Synthesizer/Keyboard

Experiences:

Prime Cuts Band (1996 – 1998)

After Sunset Band (1998 – 1999)

Piano Instructor at Gelanggang Generasi Muda (GGM),Bdg (1999 – Now)

Piano Instructor at Elfa Music Secoria (EMS) (January – February 2007)

Tabriz Muhajier E.M.S (Tabriz) – Guitar

Experiences:

Asian Beat - Philippines, Thailand, Singapore (2000 – 2001)

Television Commercials Music Director on all WINGS Products (2004 – 2005)

Music Director on Musica , EMI, Kris Dayanti Records (2004 – 2006)

Session Player on Erwin Gutawa’s Orchestra (2003 – 2006)

The Best Guitar Player by Gudang Garam Indonesia (1995 – 1996)

The Best Guitar Player by YAMAHA Indonesia (1995 – 1996)

Music Director for Ever Nine Band first album (2008)

Featuring Artist:

As Tabriz T-Five (Guitar) at In Soul Band

Paul Arnold (P.A) – Vokal/Soprano

Experiences:

Uchi Wibie’s Backing Vocal (1995 – 1996), T-Five (Accapella) (1997 – 1999)

Nescafe Coffee’s song Commercials (1998)

Composer & Singer at “VICEE tablet hisap” product commercial (2003)

Vocal Arranger at “Cinta 24 Karat” Wide Screen Movie Soundtrack (2005)

(Directed by Richard Buntario)

Cameo as “The Maunx” at Wide Screen Movie “Bad Wolves” (2005)

(Directed by Richard Buntario)

Vocal Director for Dirly Idol & Ghea Idol at RCTI’s Sinetron “IDOLA” (2006)

Vocal Director for ZEUS album “Dewi Cinta” (2007)

Vocal Director for Brownies Band 2nd album (2008)

Featuring Artist:

At “Penghuni Terakhir” Reality Show, also feat. B’Jah & Baim (2005); At ANTV’s “Valentine With Love” Citos – Jkt, also feat. Dhea Ananda (2005); At Indosiar’s Gebyar BCA. also feat. Cindy song’s “Rintangan” (January 2006); At RCTI’s Bincang Bintang, also feat. Cindy song’s “Rintangan” (February 2006); As Paul T-Five At “Badai Pasti Berlalu” Soundtrack Album’s “Kahayalku” (2007); As Paul T-Five performing “Khayalku” at “Badai Pasti Berlalu” in Concert by Mandiri VISA JCC-Plenary Hall, Jkt (28th March 2007); As Paul T-Five at KULKUL Fusion Ethnic Jazz Band (2007); SOULPLAY Live PA! with DJ Boim Ghetto & Joeniar Arief TOFU (2007 – Now)

Gordon Abraham (Goerdy) – Vocal/Tenor

Experiences:

T-Five (Accapella) (1997 – 1999)

Opening Group on Andre Hehanusa’s Concert in Hard Rock Café - Jakarta

Tour Music Cafe (1998), Iklan Nescafe Coffee (1998)

Backing Vocal on Andre Hehanusa’s recording (1998)

Announcer at SE Radio 88.1 FM (2004 – 2005)

Pre-Caster Indonesian Idol 2, 3, & 4 (2005 – 2007)

Vocal Director for Ever Nine Band first album (2008)

Featuring Artist:

As Gordon T-Five at KD Show, also featuring Joeniar Arief TOFU & Paul T-Five

SOULPLAY Live PA! with DJ Boim Ghetto & Joeniar Arief TOFU (2007 – Now)

Christian Marcus Nino (N9NE-O) – Vokal/Baritone – Rapp

Experiences:

Colors Crew (1992 – 1993)

R42 – Arfortitu (EMEN Music Production) (1993 – 1994), 7 Kurcaci (1998-1999)

The Shouter of Ucog from Pesta Rapp I (A Musica Music Indonesia Production)

Vocal/Rapp Director for Kaboom Band Mix Tape to BMG Indonesia (2002)

Coordinator & Founder of Original Organizer (2006 – Now)

Black Street R&B/Hip-Hop night at Studio East, Bdg (2006 – 2007)

Monday Slam R&B/Hip-Hop night at Tropicana, Bdg (2006 – 2007)

Reborn R&B/Hip-Hop night at Studio East, Bdg (2006 – 2007)

Featuring Artist:

As Nino at El-Fifty Band (1st Prize, MacDonald’s, Buah Batu – Bandung Band Competition) (1997)

As Original N9ne at “4 Karat” feat. Indrano van Kargo & Insightful Linguist, USS Records – Bdg (2004)

As N9NE-O of T-Five at Purpose’s “Gak Tau Diri”, Purpose Records – Bdg (2005)

As Original N9ne at DULE’s “Surat Ti Bandung”, FRACTALMINDZ Studio Production – Bdg (2006)

D I S C O G R A P H Y

1st album “T-Five” BMG, 2001

2nd album “Bebas” BMG, 2003

3rd album “Back To Back” Sony BMG, 2005

4th album “The Legacy” Pandawa Kreasindotama, 2009

Compilation, “Indie Fame” Fame Station – Bandung, 2000

Compilation, “Journey To The Top” Sony BMG – Mentos, 2003

Single, “Tak Akan Hilang” Twister Five Ent, 2008

January 21, 2009

EMMY LABIB : SECARA AKU WANITA

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 3:47 am

Lahir dengan nama Emmy Mariana Labib, Anak tunggal dari pasangan Bpk H. Helmi Labib (Alm), dan Ibu Hj Djurtinah ini dulunya adalah seorang perawat yang bercita-cita menjadi penyanyi.  Sejak kecil Emmy terlihat tomboy dan  senang memakai celana pendek dibandingkan memakai  rok, teman bermainnya pun selalu cowok kenangnya, itulah sebabnya maka kemudian Orang Tua Emmy memasukan Emmy ke sekolah perawat setelah  lulus SMP ke SPK (Sekolah Perawat Kesehatan) dan Program Pendidikan Bidan Inpres Kesdam (Kesehatan Daerah Militer) VI Tanjung Pura Banjarmasin, dengan harapan  sifat tomboynya berkurang karena disekolah tersebut banyak anak perempuannya.

Wanita  yang akrab dipanggil Emmy sempat bekerja menjadi Bidan di Polindes Depkes disebuah desa daerah terpencil di Banjarmasin. Tidak ada listrik dan penerangan seadanya,dengan situasi daerah rumah masing-masing berjarak 50 meter, sekaligus berhadapan dengan para pasien-pasien yang sedang berjuang antara hidup dan mati dalam proses melahirkan, membuat Emmy menjadi terbiasa menghadapi apa arti nya perjuangan hidup.

Bermula dari kumpul-kumpul bersama-sama temannya, karir bernyanyi emmy dimulai, dia membentuk sebuah group bernama New Girls Band dimana semua personilnya beranggotakan wanita. Setelah hampir 3 tahun malang melintang di Barito Pub New Girls Band kemudian bubar. Emmy melanjutkan hasratnya sebagai penyanyi di sebuah café  Banjarmasin bersama Khatulistiwa Band, sekaligus merangkap menjadi penyanyi di sebuah Restaurant bertaraf Internasional di Banjarmasin. Sejak itulah dia mulai mengumpulkan materi materi lagu untuk membuat Albumnya sendiri.

Di Album perdana Emmy Labib yang diberi judul SECARA AKU WANITA didalamnya berisikan 10 lagu, penulis lagu kondang antara lain Dewiq, Pay, Thomas Gigi dan tak lupa Hendy Gigi yang masih berasal dari satu daerah (Banjarmasin) di ajak bekerja sama dalam proses pembuatan Album ini, tak lupa juga musisi-musisi ternama seperti Tohpati dan Ony Saunine String Section ikut mentorehkan kepiawaian mereka didalam Album ini. Pemilik lebih dari 20 Ekor kucing diantaranya jenis persia dan campuran ini memang benar-benar serius didalam menggapai karirnya sebagai penyanyi, selain dia juga ikut memproduseri albumnya sendiri, ini bisa terlihat juga dari kualitas vocal Emmy dengan range yang berbeda-beda dari setiap lagu yang dia nyanyikan, seperti “Salah Arti” yang banyak menggunakan teknik falset, kemudian 1st singlenya “Tell Me” yang teknik vocal dan nuansa lagunya banyak terdapat instrument perkusi sehingga butuh kemampuan pitch control atau nada yang sangat kuat untuk menyanyikannya. Sedangkan didalam lagu “Dunia Cinta” Emmy bernyanyi penuh dengan riang gembira membawa kita dalam nuansa lagu-lagu di tahun 80 an seperti era Vina Panduwinata, salah satu idola penyanyi wanita nya.

Proses rekaman dan pengumpulan materinya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 1 Tahun, beruntung Emmy mempunyai jam terbang yang cukup ketika dia masih bernyanyi dari café ke café, ini membuatnya bisa mengimbangi arahan dari para pencipta lagu kawakan-kawakan tersebut. Karakter dan kualitas vocal Emmy yang berbeda dengan penyanyi-penyanyi wanita lainnya membuat Emmy yakin bisa ikut meramaikan Industri musik Indonesia. “Yang saya inginkan hanyalah menyanyi, itu saja” ucap Emmy. Jadi tunggu apa lagi mari kita dengarkan Emmy bernyanyi. (*)

D’BAMBY: SATU CERITA UNTUK CINTA

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 1:33 am

Satu lagi grup band meramaikan blantika musik Indonesia. Berjuang dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri, band asal Bogor bernama D’BAMBY menelurkan album pertamanya bertajuk “SATU CERITA UNTUK CINTA”. Terbentuk sejak tahun 2004, D’BAMBY yang keseluruhan personilnya perempuan, berhasil mengemas seluruh materi lagunya dengan penuh semangat, enerjik, centil dan apa adanya.

Sebuah kepolosan bermusik dari para pemainnya yang berusia 15-19 tahun terasa kental dalam album ini, dalam hit singlenya yang berjudul “PUTUS OKE” bisa kita dengar bagaimana lagu kecewa dibawakan dengan beat riang dan lirik polos yang membuat lagunya menjadi penyemangat dan ledekan buat pasangannya yang selingkuh.

Dengan centil D’BAMBY mengajak kita bergoyang dalam lagunya yang berjudul “SUKA KAMU”, nuansa regge menambah semangat kita yang ingin menyatakan perasaan kepada orang yang kita sukai. Semangat itu terus dibawa oleh D’BAMBY pada lagu tentang persahabatan berjudul “UNTUKMU KAWAN” yang dikemas dengan riang penuh canda dan tawa sampai kemudian kita bertemudengan lagu “DIMANA MEREKA” yang sangat kental dengan unsur disko didalam arrangernya. Masih banyak lagu lainnya yang memiliki jenis unsur karakter musik yang beraneka ragam seperti pop, rock swing, disko, regge, dll yang dapat ditemukan dalam album ini, judul lainnya yaitu TAK’KAN TERTIPU LAGI - KATA’MU!! - SADARILAH KUMENCINTAIMU - KU TAK MENGERTI MAUMU? - DIAM TANPA KATA;membuat album “SATU CERITA UNTUK CINTA” menjadi penuh dengan nuansa.

Sebagai sebuah pernyataan kasih sayangnya yang sangat mendalam, D’BAMBY secara khusus membuat lagu berjudul “IBU” dengan nuansa rock membuat kita selalu ingat kepada ibunda kita tercinta. Tentu saja D’BAMBY berharap hasil karya mereka dapat diterima oleh masyarakat luas dan menjadi semangat baru dalam alunan musik.

SEBUAH PERJUANGAN

D’BAMBY dulu bernama Z-BUMB, atas prestasinya yang telah menjuarai beberapa festival, pada awal 2007 band ini pernah dijanjikan untuk membuat 1 buah album oleh penyelenggara festival tersebut, dalam tempo satu minggu, mereka memproduksi sejumlah karya yang siap dikemas dalam sebuah album, namun entah mengapa ditengah penggarapannya, album tersebut tidak kunjung selesai tanpa alasan yang jelas, mereka menjadi kehilangan arah dan sangat kecewa.

Namun tak lama kemudian mereka mendapat tawaran dan ajakan bergabung oleh salah satu major label baru dikota Bogor, kembali band ini termotivasi untuk melakukan yang terbaik dan proyek album dilanjutkan, namun ketidakcocokan program kerja dan kesepahaman menjadi kendala yang akhirnya memutuskan mereka keluar dari major label tersebut.


Saat itu mereka sangat terpuruk, namun dengan semangat pantang menyerah akhirnya D’BAMBY dapat berdiri sendiri, melakukan pembiayaan sendiri dan menjual semua harta benda mereka untuk menyelesaikan albumnya. Dan akhirnya pada awal 2008 D’BAMBY dapat menyelesaikan album indienya yang pertama dengan title “SEBUAH PERJALANAN”


Dengan single hits pertamanya “SAHABAT KITA” berhasil mengguncang telingga fans musik D’BAMBY dan menjadi lagu kebangsaan D’BAMBY, dengan bantuan rekan media dan radio, lagu-lagu D’BAMBY beredar dibeberapa kota di Indonesia, perjuangan ini membuat D’BAMBY mendapatkan kepuasan yang tak bisa terungkapkan.

D’BAMBY sudah menjadi pilihan hidup mereka, dengan sabar dan tabah semua cobaan yang ada mereka hadapi dalam membuat album ini. Semua mereka kerjakan secara mandiri mulai dari produksi, promo dll. Tapi mereka percaya, dengan itu D’BAMBY bisa meraih mimpi. Mereka bangga karena dalam album ini mereka bermain musik dengan menjadi diri endiri, tidak peduli orang berkomentar apa, inilah musik kita apa adanya. Sebuah karya dari D’BAMBY dengan “SATU CERITA UNTUK CINTA” yang akan menginspirasi dan menambah semangat kita semua. (*)

Soft Launching Album Satu Cerita Untuk Cinta

Rabu, 28 Januari 2009 Jam 14.30 s/d selesai

Foodcourt Pasar Festival Kuningan - Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro , Jakarta

January 20, 2009

LDKM STIE BINA BANGSA BANTEN

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 2:30 am

KITA BERPIKIR DAN BERBUAT, MAKA KITA ADA

Untuk memberikan dasar-dasar keterampilan manajemen dan pengembangan kreativitas dalam berorganisasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Bina Bangsa Banten menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Villa Luwuk Gunung Sari, Kabupaten Serang, Jum’at-Minggu (16-18/01) lalu. LDKM tersebut dilaksanakan cukup berbeda, pasalnya kombinasi materi dan praktik diberikan secara padat dan berimbang dengan menghadirkan nara sumber dan instruktur yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hal ini dikarenakan, tujuan awal digelarnya kegiatan ini adalah untuk mencetak aktivis yang siap menghadapi tantangan zaman.

www.stiebinabangsa.multiply.com

Pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta ini diisi oleh materi-materi seputar kepemimpinan. Hadir dalam memberikan materi, H. Hafidzi (Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang), Halim Permana (Mantan sekum HMI Cabang Bandung), Khoirul Umam (Wakil Ketua KNPI Provinsi Banten), Agus Najiullah (Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Serang), Deni (Presiden Mahasiswa IAIN “SMH” Banten), Suwaib Amiruddin (Sosiolog Untirta), dan Syadeli (Ketua KNPI Kota Serang).

“Peserta LDKM ini merupakan hasil seleksi dan dipersiapkan untuk alih generasi kepengurusan BEM STIE Bina Bangsa Banten periode berikutnya. Kita ingin sebelum jadi pengurus, mereka bisa mengakrabkan diri satu sama lain dan memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi,’ ujar Riri, Ketua Pelaksana LDKM STIE Bina Bangsa Banten.

Hal senada diungkapkan oleh Ali Faisal, Puket III STIE Bina Bangsa Banten sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan ini, “Dengan tema ‘Kita Berpikir dan Berbuat, Maka Kita Ada’ Kegiatan ini telah dipersiapkan sedemikian rupa oleh panitia dari BEM STIE Bina Bangsa Banten untuk membangun karakter mahasiswa yang pemikir, kreatif, egaliter dan berjiwa kepemimpinan. Selain menghadirkan pembicara yang berkompeten dibidangnya, panitia juga bekerjasama dengan pengurus BEM dan pencinta alam dari IAIN ‘SMH’ Banten sebagai tim pendamping, sehingga kegiatan ini dapat menggali kemampuan-kemampuan dasar dan menumbuhkembangkan sifat kepemimpinan para peserta dengan optimal,” jelasnya.

Dalam pelatihan itu, panitia sengaja membagi peserta hanya dalam dua buah tenda untuk putra dan putri tanpa lampu penerangan dan fasilitas yang serba terbatas. Agar fokus dalam menerima semua materi yang diberikan, selama kegiatan ini berlangsung para peserta juga dilarang berkeliaran keluar area dan membatasi komunikasi melalui handphone. Peserta berkonsentrasi mempelajari sejumlah materi mulai dari bagaimana mengenal alam, ikhlas learning, Konsep kepemimpinan dan Pola Pengembangan Dalam Organisasi Kemahasiswaan, Logika dan Lingua Franca Berpikir Mahasiswa, Manajemen Administrasi dan Kepemimpinan dalam Organisasi, Teknik Membentuk tim kerja yang efektif dan terukur, Teknik Persidangan, Interupsi dan Diskusi, serta Membangun Sinergitas Mahasiswa dan Pemerintah model Link and Match.

Disela-sela kesempatan itu, panitia menghadirkan dosen STIE Bina Bangsa, Rudi Zulfikar yang memaparkan manfaat dari dibentuknya Himpunan Mahasiswa, dan Kiras Saragih untuk mengetahui secara mendalam bagaimana Teknik Pembuatan Proposal dan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan Shering pengalaman organisasi dengan nara sumber baik dari luar maupun dari dalam lingkungan kampus. Dalam diskusi panel, peserta juga dibekali wawasan berorganisasi mulai dari formula teoritis organisatoris sampai dengan kemanfaatan aplikatif.

Didik Wahyudi, mahasiswa semester 2 jurusan manajemen yang menjadi salah satu peserta latihan LDKM, merasa bersyukur terpilih mengikuti kegiatan ini. “Narasumbernya cukup berbobot dan dapat memberikan satu pengalaman baru buat saya, LDKM ini memberikan pemahaman pentingnya berorganisasi dalam kehidupan nyata. Ternyata menjadi pemimpin yang baik itu tidak lagi difokuskan pada figur diri seorang pemimpin, namun lebih merupakan proses yang melibatkan partisipasi masyarakat,” ungkapnya. Selain menyuguhkan simulasi dan games yang berkaitan dengan kepemimpinan dan keorganisasian, untuk menghindari kejenuhan peserta, panitia menghadirkan sastrawan Ibnu PS Megananda dan Mahdiduri untuk berpuisi. Pada hari terakhir, peserta juga diajak outbond dikawasan alam terbuka Villa Luwuk Gunungsari.

Sementara itu Ketua STIE Bina Bangsa Banten, Furtasan Ali Yusuf mengungkapkan, “Kegiatan LDKM ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berjiwa pemimpin. Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan ini akan berlanjut pada tingkat yang lebih tinggi, dari sini kami berharap akan tumbuh bibit-bibit baru yang memiliki jiwa kepemimpinan dan memahami manajemen organisasi,” terangnya. *** (Wira)

January 12, 2009

TESTAMENT - The Formation of Damnation

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 9:56 am

TESTAMENT kembali menyerang!

Di bawah naungan label metal raksasa Nuclear Blast, band asal San Fransisco ini melempar The Formation of Damnation. Inilah album yang disambut dengan penuh sukacita oleh kalangan metal di berbagai belahan dunia, sekaligus merupakan pembuktian dedikasi Testament di kancah metal dunia.

Rentang karir yang telah mencapai seperempat abad (Testament terbentuk pada 1983!) tidak menjadikan band ini kehilangan power. Sebaliknya, band yang sekampung dengan Metallica, Anthrax, dan Exodus ini semakin dihormati dan menarik penggemar baru.

Band yang merilis debut The Legacy pada 1987 ini tak saja semakin matang, namun semakin keras menghantam. Tak heran, penjualan The Formation…di pasaran Eropa dan Amerika mencatat angka yang amat mencengangkan bahkan pada minggu-minggu awal dirilisnya. Angka penjualan serta respon publik yang amat baik itu tidak saja karena Testament adalah nama besar yang amat memberi garansi,  namun The Formation of Damnation sekaligus pula kabar gembira: kembalinya para personil legendaris mereka dalam formasi klasik.

Posisi lead guitar di album ini kembali diisi Alex Skolnick, mahaguru yang amat disegani di kalangan gitaris metal dan  jazz sekaligus. Petikan solonya yang membuai bisa disimak antaranya pada More Than Meets The Eye dan The Evil Has Landed. Sementara itu, the riffage king Eric Peterson, sosok yang memberi warna kental dalam musik Testament kembali hadir dengan riff-riff nya yang thrashy. Rhythm section diperkuat oleh bassis orisinil mereka Greg Christian serta drummer Paul Bostaph yang keperkasaan dan dedikasinya pada Testament tak lagi diragukan. Sekedar catatan tambahan, Bostaph pulalah yang mensupport Testament dalam tour promosi The Ritual segera setelah Louie Clemente mengundurkan diri. Keempat instrumentalis di atas mengiringi performa Chuck Billy, vokalis berdarah Indian Cherokee yang permainan vokalnya yang gahar tak bisa diimitasi oleh vokalis metal manapun.

Di album ini, berbagai variasi teknik vokal seperti yang pernah  dilakukannya album-album terdahulu kembali ditampilkan. Nomor yang menjadi judul album ini, The Formation of Damnation misalnya, dibawakan dengan teknik growl sebagaimana pernah dilakukannya dalam album The Gathering (2000). Sementara More Than Meets The Eye segera akan mengingatkan orang akan permainan vokalnya dalam album The Ritual (1992).

Beragam tema ditampilkan dalam album ini, kesemuanya diangkat dari fenomena sosial politik global. The Evil Has Landed misalnya, merupakan penghayatan mereka akan kengerian yang tercipta dengan runtuhnya menara kembar WTC akibat serangan terroris. Sementara Killing Season adalah refleksi mereka akan kejamnya perang  yang membawa kepedihan dan ketidakmanusiawian, suatu lagu yang terinspirasi dari komunikasi mereka dengan para prajurit Amerika di medan perang.

Dirilis oleh CSA Records sebagai satu-satunya pemegang lisensi Nuclear Blast di Indonesia, The Formation of Damnation tak pelak adalah suguhan metal terbaik di tahun 2008. (*)

December 24, 2008

HTI-HATI DENGAN HATIMU

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 9:51 pm

Sedalam-dalamnya lautan masih bisa diselami, tapi dalamnya hati siapa yang tahu. Kita hampir tahu semua kalimat itu, bahwa kalimat tersebut seringkali diucapkan sebagian orang untuk menilai seseorang. Dalam hidup memang hati menjadi pengendali segala perbuatan. Dari hatilah semua keinginan itu muncul untuk dilahirkan. Dari hati juga prilaku manusia ditentukan.

Pementasan monolog “Hati-hati dengan Hatimu” di Auditorium IAIN “SMHB” Serang Jum’at-Sabtu (19-20/12), dengan aktor Nazla Toyib Amir yang disutradarai Goetheng Iku Ahkin setidaknya membicarakan tentang hati.

Naskah yang berdurasi kurang lebih 45 menit itu dipentaskan dengan kolaborasi tarian yang ditimpali musik rebana dan olahan musik digital. Jadilah tontonan yang menghibur dan pembelajaran tentang sejauh mana kita memahami hati kita.

Nazla telah mewakili hampir semua penonton perempuan bahkan mungkin penonton laki-laki. Ia bicara tentang keinginan hati dari yang paling dalam. Keinginan yang meloncat-loncat hingga lupa siapa dirinya. Keinginan berselingkuh dan memuaskan nafsu birahi hingga keinginan untuk menjadi seorang selebritis dan politikus. Semua diungkapkan dengan sedikit jenaka menggunakan bahasa lokal yang akrab. Apa lagi pementasan monolog yang tak berjarak dengan penonton, menjadikan naskah yang digarap Goetheng lebih hidup.

Naskah ini menceritakan kegelisahan seseorang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Seseorang yang sedang berbicara dengan hatinya, maka segala hal menjadi terungkap, berlompat-lompat tidak berurutan, jujur, apa adanya. Persoalan pribadi, tapi bisa juga dialami oleh banyak pribadi,” jelas Goetheng yang juga sutradara dari “Kiamat Sudah Dekat 3” di salah satu statsiun TV swasta.

Pementasan Nazla di auditorium IAIN SMHB Serang, mengingatkan kembali pada pementasan perdananya di Serang beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003 yang mementaskan Motinggo Busye dengan judul “Barabah”.

Sayang pementasan pada malam terakhir tata lampu tidak maksimal, dan membuat kurang gregetnya ekspresi wajahnya terlihat jelas. Tapi setidaknya pementasan pementasan Nazla akan menjadi catatan akhir tahun tentang perkembangan teater di Banten, khususnya di Serang. (Gito Waluyo/”FB”).

December 23, 2008

PENTAS MONOLOG DARI ANONIMUS

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 8:03 am

Ditengah keprihatinan belum adanya Gedung Kesenian di Banten, teater AnonimuS terus mewarnai perkembangan keaktoran di Banten. Sebuah pentas monolog bertajuk “AENG” dan “BAIKLAH, AKU JATUH CINTA” dipersembahkan pada Senin (22/12) yang lalu di Auditorium IAIN SMH Banten. Terlepas dari apresiasi penonton kepada kedua aktor yang tampil pada malam itu, penghargaan patut kita berikan kepada Anonimus yang terus berupaya melahirkan aktor-aktor baru di dunia kesenian Banten.

“Menunggu terealisasinya Gedung Kesenian itu cukup melelahkan memang, namun Kegiatan kesenian di Banten harus jalan terus. Dengan lahirnya aktor-aktor baru, diharapkan proses alih generasi dapat berjalan dengan baik. Usaha pewarisan dan pengembangan kesenian oleh insan seni di Banten hendaknya senantiasa memiliki pijakan dan relevansi dengan kondisi masyarakat. Mari berbuat sesuatu, walaupun dengan kondisi apa adanya,” ujar Mahdiduri dari Teater AnonimuS.

Pentas monolog adalah sebuah peluang bagi seorang aktor untuk menunjukkan kemampuan keaktorannya diatas panggung. Meski ia masih berharap pada bantuan properti, tata lampu dan musik, penampilan monolognya tetap sepenuhnya mengandalkan kemampuan olah vokal, olah tubuh, penghayatan tafsir serta ekspresifikasinya ke dalam akting, sebagai aktualisasi pada segala makna dari naskah yang dibawakannya.

Hal ini cukup disadari oleh Wahyu Lebbu yang tampil pada sesi pertama, cahaya lampu sorot temaram yang menyinari kain hitam menjadi sentral sepanjang pertunjukan berlangsung diatas panggung. Tubuhnya terbaring, nampaknya ia tertidur. Sekejap dirinya terusik dan marah oleh suara gedoran yang terdengar bertubi-tubi dan semakin keras. Ia berceloteh, menanti kematian. Kemudian berdialog sambil bermain-main dengan topi dan sebuah piring. Entah disengaja atau tidak, monolog AENG yang dibawakan oleh pria kelahiran Pandeglang ini mengingatkan para penonton akan kisah perjalanan Imam Samudera yang dieksekusi 9 November yang lalu. “Kalau sudah menderita orang jadi penyair, kalau sudah kepepet orang mulai bernyanyi. Dan kalau ada yang hendak dirampok orang berdo’a…” cibirnya.

Meskipun aktor monolog memiliki bahan narasi, kegiatan monolog berpotensi pada penampilan yang monoton. Maklum, si aktor hanya berbicara dan memperagakan sendiri, dan tidak ada aktor lain yang menolongnya membangun intensitas atau mempertahankan konsentrasi berakting. Situasi ini yang menjebak Zaenal pada penampilan berikutnya yang termehek-mehek disamping sebuah kursi yangmenyesali diri karena begitu sombong untuk mengakui bahwa dirinya sudah jatuh cinta. Berbeda dengan Lebbu yang pernah mementaskan beberapa naskah, pada pementasan perdananya ini zaenal masih tampak canggung memanfaatkan lebar panggung yang kurang mendapat dukungan tata cahaya dengan baik. Walaupun masih malu-malu, akhirnya Zaenal cukup mampu meneriakkan “BAIKLAH, AKU JATUH CINTA”… tapi terlambat sudah.

Menurut Dadie, budayawan dan praktisi seni Banten, salah satu penyebab penonton tidak dapat merasakan muatan naskah sangat besar apabila si aktor hanya mengekspresikan diri dari sisi permukaannya saja tanpa melihat kedalaman karakter tokoh yang sebenarnya menjadi substansi monolog. “Maka yang terjadi pementasan itu hanya sekedar panggung dengan seorang yang terus-terusan berbicara dancCuma tertarik dengan ocehannya sendiri. Selain itu, musik dan setting jelas merupakan bagian penting sebuah pertunjukan yang akan membangun kosmologi panggung, tidak terkecuali lighting” ungkapnya.

Pentingnya eksplorasi naskah oleh sang aktor ini juga diamini oleh Nazla Thoyib, aktivis dan pencinta seni dari Banten. “Seburuk dan sebaik apapun naskah, tetap menjadi tanggung jawab sang aktor. Elemen-elemen dasar dari keaktoran harus dikuasai, misalnya bagaimana teknik bermain, teknik vokal dan sebagainya. Walaupun settingnya minimalis, aktor harus mampu berkomunikasi dengan penonton agar tetap hangat dan segar,” katanya.

Ditambahkan oleh Nazla, akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak. “Dialog yang baik ialah dialog yang volumenya baik, artikulasinya juga baik, lafalnya benar, dan menghayati sesuai dengan tuntutan peran yang ditentukan dalam naskah. Demikian juga dengan gerak, blockingnya harus baik, tidak ragu-ragu dan dapat dimengerti. Jadi saya sarankan kepada semua aktor untuk terus berupaya menggali kembali kaidah-kaidah pertunjukkan. Ini sangat penting karena monolog itu bukan teaterikal yang ada lawan dialog, di dalam pementasan monolog, si aktor berkomunikasi langsung dengan penonton,” jelasnya.

Namun demikian, Nazla dan Dadie memberikan apresiasi kepada Teater AnonimuS yang mampu menghidupkan teater di Banten yang sangat menyedihkan. Yang terpenting untuk dicatat dalam pementasan ini adalah semangat dan keberanian para pemainnya yang luar biasa. Mereka berharap apa yang dilakukan oleh AnonimuS dapat menginspirasi pencinta seni yang lain untuk dapat berbuat sesuatu daripada terus berkeluh kesah sehingga dapat menggugah pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia kesenian di Banten.

Menurut Mahdiduri, pementasan monolog “AENG” dan “BAIKLAH, AKU JATUH CINTA” ini merupakan rangkaian kegiatan dari upaya dirinya untuk membuka ruang yang seluas-luasnya kepada pelaku seni untuk berkarya, “Kami selenggarakan pementasan ini karena isinya tepat dengan situasi sekarang. Kami ingin penonton bisa menyimak dan memahami maknanya, sehingga mendorong masyarakat untuk lebih mencintai seni. Pada hari Rabu (24/12) kami akan menggelar konser deklamasi berjudul “Demi orang-orang Rangkasbitung” di Auditorium UNTIRTA jam 14.00 s.d 15.30. Bagi pemula, pementasan kali ini akan menjawab rasa penasaran akan perbedaan membaca puisi dengan deklamasi, kemudian apa kaitannya WS Rendra dengan Rangkasbitung, untuk mencari tahu jawabannya akan sangat menarik bila kita saksikan sama-sama,” terangnya. (*)

December 22, 2008

Hape Khusus Slankers

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 5:48 am

Hape Khusus Slankers

www.bantenmuda.multiply.com

Menutup akhir tahun 2008, Bakrie Telecom bersama group band papan atas Slank memperkenalkan satu lagi varian baru bundling product (Huawei Seri# C-2807). Kali ini segment produk bundling yang akan direbut adalah segment komunitas dari group musik Slank. Segment komunitas ini disebut sebagai ”Slankers” sebutan dari penggemar setia Slank. Peluncuran Hape Esia Slank juga bertepatan dengan hari Ulang Tahun Group Musik Slank yang ke-25 yang sudah dan akan terus berkiprah di industri musik indonesia. Produk bundling ini dinamakan : ”Hape Esia Slank”. Suatu persembahan Bakrie Telecom dan Slank untuk Slankers.

Peluncuran Hape ini merupakan suatu kolaborasi dari operator telekomunikasi dan group band yang belum pernah dilakukan di Indonesia dan dibuat hanyabagi Slankers. Hape ini bisa dianggap sebagai bentuk personifikasi antara group band dengan penggemar setianya dan sekaligus menjadi sarana interaksi antara keduanya karena adanya muatan informasi-informasi terbaru tentang kelompok musik idola mereka.

Hape Esia Slank ini dilengkapi pula dengan Slank Menu yang akan langsung terhubung ke dalam Slank content, sehingga pelanggan dapat dengan mudah untuk mencari atau melakukan download content slank yang disukai diantaranya Wallpaper Slank, Polyringtones Slank dan Warung Slank. Content-content yang terdapat dalam Warung Slank dimungkinkan untuk didownload karena adanya aplikasi yang dinamakan Brew Application Downloader.

Dijamin informasi yang terdapat di portal tersebut sangat menarik dan diminati oleh para slankers karena berisi berbagai informasi up to date tentang kegiatan Slankers dan lagu-lagunya. ”Hape Esia ini memang untuk Slankers Sejati. Buktikan bahwa anda Slankers sejati dengan memiliki Hape ini”, ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk pada saat peluncuran hape ini di Wisma Bakrie kemarin.

Beberapa keuntungan yang bakal dimiliki oleh para pelanggan Hape Esia Slankers. Esia akan memberikan gratis 5 ringtone Slank dalam pemakaian selama 21 hari sejak kartu diaktifkan. Kelima ringtone tersebut berasal dari lagu-lagu hit slank yang banyak diminati slankeres seperti Solidaritas, Rebut, Seperti Para Koruptor, Virus dan Devillinu. Khusus lagu Virus dan Devillinu diambil dari American Album yang belum dirilis di Indonesia.

Tidak hanya gratis 5 ringtone, Esia juga akan memberikan gratis 5 polyringtone slank yang sudah tersedia di dalam hape ini sehingga pelanggan dapat menggunakan polyringtones ini untuk dijadikan ringtone pribadi bila ada panggilan masuk. Kelima lagu yang dijadikan polyringtones adalah Pandangan Pertama, Kuil Cinta, Sosial Betawi Yoi, Seperti Para Koruptor dan Orkes Sakit Hati, ada pula gratis 5 wallpaper.

Selain itu ada pula Slank Voice Portal dimana pelanggan Esia memiliki akses langsung ke suara Slank asli. Dengan telepon ke nomor 88825, pelanggan Esia Slank secara otomatis akan terhubung secara eksklusif ke Slank Portal. Pada portal ini terdapat info-info menarik seputar album-albumnya Slank seperti The Big Hip (Japan), Anthem for the Broken Hearted (American Album),Lagu-lagu hits teranyar, full track streaming, biografi Slank, berita-berita terakhir mereka dan masih banyak lagi.

Pelanggan juga bisa melakukan interaktif SLANK SMS Menu dengan Mengakses ke SMS Menu SLANK. Dengan cara ketik SLANK kirim ke 88825. disini pelanggan juga akan bisa mendapatkan berita2 yg nggak kalah seru dari Slank Voice Portal, karena SMS menu ini berbasis SMS content, sehingga pelanggan bisa melakukan download Wallpaper Slank, Ringtone Slank, Update Jadwal Konser Slank, My Kaka Loves, Kata Sok Bijak Bim2, Abdee, Ridho & Ivan Music Klinik, Pelukan Bunda danlainnya. Baik Slank SMS Menu maupun Slank Voice Portal keduanya bisa di akses oleh seluruh pelanggan Esia.

Menurut Erik, Hape Esia Slank ini akan ditawarkan dengan harga Rp 299 ribu (termasuk PPN) plus bonus pengiriman sms gratis sebanyak 26 ribu karakter. Tambahan bonus lain adalah bonus talktime senilai Rp 12 ribu yang langsung diberikan kepada pelanggan setelah berhasil melakukan aktivasi kartunya. “Bonus ini bisa langsung digunakan untuk melakukan seluruh aktivitas percakapan telepon dan sms, lokal, interlokal maupun internasional serta layanan nilai tambah lainnya. Masa aktifnya juga lumayan panjang selama 30 hari sejak diaktifkan dan mempunyai masa tenggang 30 hari”, jelasnya.

Selain keunggulan dalam fitur-fitur yang penuh dengan informasi Slank, Hape Esia Slank juga memberikan program amal sebagai tanda solidaritas kepada pihak-pihak yang membutuhkan dengan menyisihkan dana sebesar Rp 10 ribu untuk setiap yang terjual. Pihak-pihak yang akan menerima dana ini akan ditunjuk langsung oleh pihak Slank. ”Kami, Bakrie Telecom dan Slank sepakat bahwa setiap produk yang kami kerjakan bersama membawa manfaat bagi masyarakat. Kami pun mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungannya karena masih banyak pihak-pihak yang membutuhkan uluran tangan kita semua”, kata Erik.

Slank selama ini memang dikenal sebagai grup band yang sangat peka terhadap kondisi lingkungannya. Lewat lagu-lagunya, Slank banyak menyuarakan suara rakyat dan mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu. Karena itu tidaklah mengherankan jika Slank yang terdiri dari Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar) memiliki penggemar yang fanatik, cenderung setia pada Slank karena mereka menganggap musik Slank adalah musik jujur apa adanya yang mewakili jiwa dan semangat muda.

”Semangat ini pula yang melekat pada diri Bakrie Telecom karena itu merupakan suatu kehormatan kami bisa bekerjasama dengan Slank dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat”, jelas Erik.

Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Bakrie Telecom dan Slank juga akan hadir pentas di konser SLANK 25 Tahun Memberi yang akan diselenggarakan di Lapangan KODAM V/Brawijaya, Surabaya pada tanggal 29 Desember 2008. Pagelaran ini akan ditayangkan di ANTV 2 Januari jam 21.00 WIB. Selain memperkenalkan kehadiran hape ini juga dimaksudkan untuk semakin mempererat hubungan keduanya dengan para Slankers di Jawa Timur, khususnya kota pahlawan Surabaya.

***

Next Page »