Marcella Zalianty Awali Karir Sebagai Produser Film
Nama Marcella Zalianty sudah tercatat sebagai aktris papan atas tanah air. Sejak kemunculannya di film Bintang Jatuh (Rudi Soedjarwo), karirnya melesat dengan mulus. Cewek kelahiran 7 Maret ini lantas dikenal sebagai salah satu dari sedikit aktris yang punya pendirian kukuh ketika menerima tawaran berakting. “Saya selalu mengutamakan film dengan visi dan pesan moral serta edukatif. Saya juga sangat menghindari terlibat dalam sebuah project hanya karena ingin terlihat produktif. Harus jatuh hati dulu pada cerita dan peran yang ditawarkan, juga ada proses mempelajari hal baru , “ ujarnya. Ia pun selalu tampil total ketika berada di depan kamera. Hasilnya adalah Piala Citra sebagai Aktris Terbaik FFI 2006.
Selama menjalani karir sebagai pemain film, Marcella diam – diam mengamati beragam aktivitas yang berkaitan dengan produksi film. Tanpa sungkan, icon brand sport dari MAP ini rajin bertanya kepada orang yang dianggapnya berpengalaman. Niat sebagai produser pun tertancap dihatinya. Tapi ia tak buru – buru mengejar mimpinya itu. Pemilik tinggi 172 cm ini mengaku pelan tapi pasti akan mewujudkan niatnya itu. “Saya pasti akan memproduksi film ketika menemukan sebuah cerita yang tepat dan bisa membuat saya jatuh cinta, “ katanya suatu ketika.
Dan mimpi itu sebentar lagi terwujud. Marcella akhirnya memutuskan mempersembahkan sebuah film berjudul LASTRI yang sekaligus merupakan proyek perdana dari Keana Production yang mendudukkannya sebagai President Director. “Lastri berkisah tentang ketegaran seorang perempuan, kekuatan cinta yang tak lekang oleh waktu, juga mempertanyakan nilai – nilai kemanusiaan yang selama ini kita yakini, “ tuturnya.
Ada sekelumit cerita tentang pertemuan Marcella dengan Erros Djarot. “Sebelumnya ketemu dengan Mas Erros untuk sebuah film yang tidak jadi diproduksi. Lantas saya ketemu dengan beliau di project teater ANTIGONE yang disutradarai Mas Slamet. Disini Mas Erros juga terlibat sebagai supervisi produksi. Lantas dari sinilah saya mulai berlatih di Teater Populer, “ jelas Marcella panjang lebar.
Persinggungannya dengan Teater Populer ditambah dengan diskusi mendalam dan panjang dengan Erros membuat keyakinan pada diri Marcella bahwa suatu saat ia akan bisa bekerjasama dengan maestro tersebut. Sampai akhirnya Erros menyodorkan buku SUARA PEREMPUAN KORBAN TRAGEDI 65 yang ditulis Ita F Nadia. “Disinilah awalnya saya dan Mas Erros menemukan kesamaan visi dan merasa bahwa project inilah yang selama ini kami tunggu – tunggu. Jadinya kami memantapkan hati untuk bekerjasama dan mudah – mudahan bisa menghasilkan sebuah karya yang tak hanya bermutu, namun juga menjadi persembahan bermanfaat bagi bangsa ini nantinya, “ ujarnya.
Kolaborasi Marcella dengan Erros diyakini akan menghasilkan sebuah karya yang baik. Terlebih kredibilitas Erros yang sudah teruji ditambah keseriusan Marcella menggarap project ini membuat LASTRI digadang – gadang akan menjadi salah satu film Indonesia yang patut ditunggu tahun depan. ***