Perubahan Akan Datang
Cilegon - Lahirnya kemerdekaan suatu bangsa, tidak mungkin lepas dari cita-cita perubahan bangsanya itu sendiri. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang memiliki harapan dan peluang untuk berubah. Faktanya, setelah 63 tahun merdeka, sudahkah perubahan dan peluang itu kita rebut?
Demikian diungkapkan Yuddy Chrisnandi, anggota Komisi V DPR RI, pada acara dialog nasional yang digelar DPD KNPI Kota Cilegon di Aula DPRD Cilegon, Rabu (24/9). Hadir dalam dialog tersebut anggota DPRD Banten Tb. Iman Ariyadi, Ketua Ketua KNPI Cilegon Achyadi Sanusi, dan para aktivis muda dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tb. Iman Ariyadi memaparkan bagaimana para pemuda mampu mewarnai dan berperan penting dalam menentukan arah perubahan bangsa ini. Dalam perspektif historis keikutsertaan pemuda menorehkan sejarah dimulai dari Kebangkitan Nasional (1908), Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi Kemerdekaan (1945), penumpasan pemberontakan PKI (1948) dan (1965), sampai Gerakan Reformasi di tahun (1998). Sebagai Politisi Muda, Tb. Iman Ariyadi berharap para aktivitas pemuda tidak hanya ikut-ikutan dalam terjun ke dunia politik, ”Paling tidak mereka harus mempunyai kapasitas untuk menjadi pemimpin yang baik, pekerja keras dan berani. Berani membangun tata pemerintahan yang bersih, serta menolak para intelektual dan politisi yang hanya mementingkan pribadi dan golongannya saja,” katanya.
Ditegaskan oleh Achyadi Sanusi, sudah saatnya kaum muda bangkit dalam mengisi pembangunan di daerahnya masing-masing. Salah satunya adalah berperan serta secara aktif mempersiapkan diri menjadi kader-kader pemimpin muda yang berkualitas. Dalam perspektif Demografis, pemuda adalah orang yang berusia 18 (delapan belas) sampai dengan 35 (tiga puluh lima) tahun. Kedewasaan memilih menjadi bertingkat mulai dari pemula yang baru pertama kali mendapatkan hak pilih sampai dengan mereka yang sudah mendapat hak untuk dipilih. Sedangkan dalam perspektif Sosiologi, pemuda merupakan anggota masyarakat berusia produktif yang secara sadar mengambil perannya dalam konteks kepemimpinan, kepeloporan, dan kemandirian untuk memajukan kehidupan masyarakat. “Jangan sampai ketika yang tua sudah tidak mampu lagi memimpin, justru kader-kader muda tidak mampu menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.
Menanggapi keraguan moderator dialog nasional Sihabudin Siddik mengenai niatan Yuddy Chrisnandi mencalonkan diri menjadi calon presiden pada pemilu 2009 yang akan kandas oleh para calon presiden lainnya yang memiliki dana yang sangat besar, Yuddy mengatakan bahwa Soekarno, dalam meraih impiannya menjadi Presiden Pertama di Indonesia, hanya bermodalkan gagasan-gagasan dan pemikiran cemerlangnya yang ia sampaikan dari statsiun ke statsiun di seluruh pelosok tanah air. “Saya memiliki keyakinan bahwa keputusan untuk maju menjadi calon presiden harus diambil setelah sekian lama menahan rasa prihatin terhadap bangsa ini sebagai negara yang kaya raya tapi kemiskinan, kebodohan, korupsi, ketidakadilan, dan ketergantungan pada pihak asing masih terus terpelihara dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Menurut pria kelahiran Bandung, 29 Mei 1968 ini, meski sudah beberapa kali mengalami pergantian rezim, Kemiskinan, Kebodohan, Ketidakadilan, Korupsi, dan Ketergantungan pada asing masih tetap menjadi persoalan mendasar. “Kelima persoalan pokok kebangsaan yang saya beri nama “5 K” tak kunjung usai dikelola oleh presiden-presiden sebelumnya, mulai Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Presiden SBY. Saya memandang persoalan ini sangat mendesak untuk segera dikerjakan oleh siapapun yang menjadi pemimpin bangsa ini,” tandasnya.
Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan Luar Negeri, Pertahanan dan Inteljen, yang juga sebagai Koordinator Koalisi Muda Parlemen Indonesia ini menawarkan 5 Agenda Membangun Bangsa Bermartabat; yaitu Indonesia Yang Makmur, Indonesia Yang Cerdas, Indonesia Yang Adil, Indonesia Tanpa Korupsi, dan Indonesia Yang Mandiri. “Indonesia ke depan adalah Indonesia yang harus berubah. Berubah menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan kita bernegara sebagaimana ditegaskan UUD 1945. Bahwa tujuan bernegara adalah melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dan saya pun yakin perubahan itu akan datang bila yang memimpin bangsa ini adalah sosok yang memiliki visi jauh ke depan, cerdas dan amanah,” terangnya.
Di akhir acara, salah satu politisi muda asal Cilegon, Suardi, berharap Yuddy Chrisnandi bisa tampil seperti sosok Ahmadinejad, pemimpin muda Iran yang berani dalam membela kepentingan rakyatnya. Terlebih era globalisasi dan pasar bebas tidak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari masuknya negara dalam sistem internasional. Pemimpin kedepan harus berani memberi pijakan yang kuat untuk melindungi kepentingan nasional yang berpihak kepada rakyat dan menghindari intervensi kekuatan asing.
“Saya adalah pengagum Hugo Chavez di Venezuela, saya juga mengagumi Evo Morales di Bolivia dan Ahmadinejad di Iran. Mereka adalah sedikit dari pemimpin dunia yang berpihak pada rakyat. Mereka dicintai karena berani memproteksi kepentingan dalam negeri di tengah menguatnya intervensi asing. Jika saya menjadi presiden, insya Allah mereka berpengaruh banyak dalam pemikiran-pemikiran dan kebijakan yang akan saya ambil nantinya,” tegas Yuddy. *** (Wira)
Whos Looking For More Myspace-Friends FAST?
in: http://tinyurl.com/5z7h8m
megamega — October 23, 2008 @ 2:37 am
hello! I like your page
If you r looking for Paid Surveys this is the place for you.
Start advancing your paychecks on http://tinyurl.com/96nxz8
Boreravaunula — December 28, 2008 @ 5:19 pm