BEM BANTEN SAYANGKAN KEGIATAN SUMPAH PEMUDA SEKEDAR SEREMONI SAJA
“Semangat Sumpah Pemuda itu sesungguhnya semangat kebangsaan yang kuat. Artinya, sebagai bangsa para pemimpin ini harus memikirkan bangsanya dengan merealisasikan pembangunan dengan baik. Kini di Banten khususnya semangat Sumpah Pemuda itu tidak diterapkan dengan sungguh oleh pemimpin di Banten”
Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Banten), Banten, Soeroyo, ditengah aksi demonstrasi bersama anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banten, di gedung gubernuran, selasa (28/10). Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung didalam teks Sumpah Pemuda sama sekali tidak tercermin dalam kehidupan para pemimpin di Provinsi Banten. “Tidak terlihat adanya perasaan senasib dan kebersamaan untuk memikirkan rakyat kecil. Mereka semakin terpuruk, terbukti dengan banyaknya berita warga makan nasi aking. Selain itu juga banyak pekerja wanita pergi keluar negeri hanya untuk jadi pembantu.”
Dalam aksi itu, ratusan mahasiswa nyaris bentrok dengan pihak keamanan. Mereka menuntut agar Pemerintah Provinsi Banten dapat merealisasikan APBD sebanyak 20 persen untuk pendidikan, meningkatkan ekonomi bagi rakyat kecil, dan melakukan pemberantasan korupsi dengan sungguh-sungguh.
“Para pemimpin Banten jangan hanya melakukan kegiatan seremoni dalam memperingati hari Sumpah Pemuda. Jangan mengaku satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa kalau kesenjangan semakin terbuka lebar. Seharusnya kalau mengaku satu bangsa ya bangsanya harus diangkat kehidupannnya,”katanya. *** (Ibnu PS Megananda)