bantenmuda’s Blog






         Just another Friendster Blogs weblog

December 24, 2008

HTI-HATI DENGAN HATIMU

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 9:51 pm

Sedalam-dalamnya lautan masih bisa diselami, tapi dalamnya hati siapa yang tahu. Kita hampir tahu semua kalimat itu, bahwa kalimat tersebut seringkali diucapkan sebagian orang untuk menilai seseorang. Dalam hidup memang hati menjadi pengendali segala perbuatan. Dari hatilah semua keinginan itu muncul untuk dilahirkan. Dari hati juga prilaku manusia ditentukan.

Pementasan monolog “Hati-hati dengan Hatimu” di Auditorium IAIN “SMHB” Serang Jum’at-Sabtu (19-20/12), dengan aktor Nazla Toyib Amir yang disutradarai Goetheng Iku Ahkin setidaknya membicarakan tentang hati.

Naskah yang berdurasi kurang lebih 45 menit itu dipentaskan dengan kolaborasi tarian yang ditimpali musik rebana dan olahan musik digital. Jadilah tontonan yang menghibur dan pembelajaran tentang sejauh mana kita memahami hati kita.

Nazla telah mewakili hampir semua penonton perempuan bahkan mungkin penonton laki-laki. Ia bicara tentang keinginan hati dari yang paling dalam. Keinginan yang meloncat-loncat hingga lupa siapa dirinya. Keinginan berselingkuh dan memuaskan nafsu birahi hingga keinginan untuk menjadi seorang selebritis dan politikus. Semua diungkapkan dengan sedikit jenaka menggunakan bahasa lokal yang akrab. Apa lagi pementasan monolog yang tak berjarak dengan penonton, menjadikan naskah yang digarap Goetheng lebih hidup.

Naskah ini menceritakan kegelisahan seseorang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Seseorang yang sedang berbicara dengan hatinya, maka segala hal menjadi terungkap, berlompat-lompat tidak berurutan, jujur, apa adanya. Persoalan pribadi, tapi bisa juga dialami oleh banyak pribadi,” jelas Goetheng yang juga sutradara dari “Kiamat Sudah Dekat 3” di salah satu statsiun TV swasta.

Pementasan Nazla di auditorium IAIN SMHB Serang, mengingatkan kembali pada pementasan perdananya di Serang beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003 yang mementaskan Motinggo Busye dengan judul “Barabah”.

Sayang pementasan pada malam terakhir tata lampu tidak maksimal, dan membuat kurang gregetnya ekspresi wajahnya terlihat jelas. Tapi setidaknya pementasan pementasan Nazla akan menjadi catatan akhir tahun tentang perkembangan teater di Banten, khususnya di Serang. (Gito Waluyo/”FB”).

December 23, 2008

PENTAS MONOLOG DARI ANONIMUS

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 8:03 am

Ditengah keprihatinan belum adanya Gedung Kesenian di Banten, teater AnonimuS terus mewarnai perkembangan keaktoran di Banten. Sebuah pentas monolog bertajuk “AENG” dan “BAIKLAH, AKU JATUH CINTA” dipersembahkan pada Senin (22/12) yang lalu di Auditorium IAIN SMH Banten. Terlepas dari apresiasi penonton kepada kedua aktor yang tampil pada malam itu, penghargaan patut kita berikan kepada Anonimus yang terus berupaya melahirkan aktor-aktor baru di dunia kesenian Banten.

“Menunggu terealisasinya Gedung Kesenian itu cukup melelahkan memang, namun Kegiatan kesenian di Banten harus jalan terus. Dengan lahirnya aktor-aktor baru, diharapkan proses alih generasi dapat berjalan dengan baik. Usaha pewarisan dan pengembangan kesenian oleh insan seni di Banten hendaknya senantiasa memiliki pijakan dan relevansi dengan kondisi masyarakat. Mari berbuat sesuatu, walaupun dengan kondisi apa adanya,” ujar Mahdiduri dari Teater AnonimuS.

Pentas monolog adalah sebuah peluang bagi seorang aktor untuk menunjukkan kemampuan keaktorannya diatas panggung. Meski ia masih berharap pada bantuan properti, tata lampu dan musik, penampilan monolognya tetap sepenuhnya mengandalkan kemampuan olah vokal, olah tubuh, penghayatan tafsir serta ekspresifikasinya ke dalam akting, sebagai aktualisasi pada segala makna dari naskah yang dibawakannya.

Hal ini cukup disadari oleh Wahyu Lebbu yang tampil pada sesi pertama, cahaya lampu sorot temaram yang menyinari kain hitam menjadi sentral sepanjang pertunjukan berlangsung diatas panggung. Tubuhnya terbaring, nampaknya ia tertidur. Sekejap dirinya terusik dan marah oleh suara gedoran yang terdengar bertubi-tubi dan semakin keras. Ia berceloteh, menanti kematian. Kemudian berdialog sambil bermain-main dengan topi dan sebuah piring. Entah disengaja atau tidak, monolog AENG yang dibawakan oleh pria kelahiran Pandeglang ini mengingatkan para penonton akan kisah perjalanan Imam Samudera yang dieksekusi 9 November yang lalu. “Kalau sudah menderita orang jadi penyair, kalau sudah kepepet orang mulai bernyanyi. Dan kalau ada yang hendak dirampok orang berdo’a…” cibirnya.

Meskipun aktor monolog memiliki bahan narasi, kegiatan monolog berpotensi pada penampilan yang monoton. Maklum, si aktor hanya berbicara dan memperagakan sendiri, dan tidak ada aktor lain yang menolongnya membangun intensitas atau mempertahankan konsentrasi berakting. Situasi ini yang menjebak Zaenal pada penampilan berikutnya yang termehek-mehek disamping sebuah kursi yangmenyesali diri karena begitu sombong untuk mengakui bahwa dirinya sudah jatuh cinta. Berbeda dengan Lebbu yang pernah mementaskan beberapa naskah, pada pementasan perdananya ini zaenal masih tampak canggung memanfaatkan lebar panggung yang kurang mendapat dukungan tata cahaya dengan baik. Walaupun masih malu-malu, akhirnya Zaenal cukup mampu meneriakkan “BAIKLAH, AKU JATUH CINTA”… tapi terlambat sudah.

Menurut Dadie, budayawan dan praktisi seni Banten, salah satu penyebab penonton tidak dapat merasakan muatan naskah sangat besar apabila si aktor hanya mengekspresikan diri dari sisi permukaannya saja tanpa melihat kedalaman karakter tokoh yang sebenarnya menjadi substansi monolog. “Maka yang terjadi pementasan itu hanya sekedar panggung dengan seorang yang terus-terusan berbicara dancCuma tertarik dengan ocehannya sendiri. Selain itu, musik dan setting jelas merupakan bagian penting sebuah pertunjukan yang akan membangun kosmologi panggung, tidak terkecuali lighting” ungkapnya.

Pentingnya eksplorasi naskah oleh sang aktor ini juga diamini oleh Nazla Thoyib, aktivis dan pencinta seni dari Banten. “Seburuk dan sebaik apapun naskah, tetap menjadi tanggung jawab sang aktor. Elemen-elemen dasar dari keaktoran harus dikuasai, misalnya bagaimana teknik bermain, teknik vokal dan sebagainya. Walaupun settingnya minimalis, aktor harus mampu berkomunikasi dengan penonton agar tetap hangat dan segar,” katanya.

Ditambahkan oleh Nazla, akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak. “Dialog yang baik ialah dialog yang volumenya baik, artikulasinya juga baik, lafalnya benar, dan menghayati sesuai dengan tuntutan peran yang ditentukan dalam naskah. Demikian juga dengan gerak, blockingnya harus baik, tidak ragu-ragu dan dapat dimengerti. Jadi saya sarankan kepada semua aktor untuk terus berupaya menggali kembali kaidah-kaidah pertunjukkan. Ini sangat penting karena monolog itu bukan teaterikal yang ada lawan dialog, di dalam pementasan monolog, si aktor berkomunikasi langsung dengan penonton,” jelasnya.

Namun demikian, Nazla dan Dadie memberikan apresiasi kepada Teater AnonimuS yang mampu menghidupkan teater di Banten yang sangat menyedihkan. Yang terpenting untuk dicatat dalam pementasan ini adalah semangat dan keberanian para pemainnya yang luar biasa. Mereka berharap apa yang dilakukan oleh AnonimuS dapat menginspirasi pencinta seni yang lain untuk dapat berbuat sesuatu daripada terus berkeluh kesah sehingga dapat menggugah pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia kesenian di Banten.

Menurut Mahdiduri, pementasan monolog “AENG” dan “BAIKLAH, AKU JATUH CINTA” ini merupakan rangkaian kegiatan dari upaya dirinya untuk membuka ruang yang seluas-luasnya kepada pelaku seni untuk berkarya, “Kami selenggarakan pementasan ini karena isinya tepat dengan situasi sekarang. Kami ingin penonton bisa menyimak dan memahami maknanya, sehingga mendorong masyarakat untuk lebih mencintai seni. Pada hari Rabu (24/12) kami akan menggelar konser deklamasi berjudul “Demi orang-orang Rangkasbitung” di Auditorium UNTIRTA jam 14.00 s.d 15.30. Bagi pemula, pementasan kali ini akan menjawab rasa penasaran akan perbedaan membaca puisi dengan deklamasi, kemudian apa kaitannya WS Rendra dengan Rangkasbitung, untuk mencari tahu jawabannya akan sangat menarik bila kita saksikan sama-sama,” terangnya. (*)

December 22, 2008

Hape Khusus Slankers

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 5:48 am

Hape Khusus Slankers

www.bantenmuda.multiply.com

Menutup akhir tahun 2008, Bakrie Telecom bersama group band papan atas Slank memperkenalkan satu lagi varian baru bundling product (Huawei Seri# C-2807). Kali ini segment produk bundling yang akan direbut adalah segment komunitas dari group musik Slank. Segment komunitas ini disebut sebagai ”Slankers” sebutan dari penggemar setia Slank. Peluncuran Hape Esia Slank juga bertepatan dengan hari Ulang Tahun Group Musik Slank yang ke-25 yang sudah dan akan terus berkiprah di industri musik indonesia. Produk bundling ini dinamakan : ”Hape Esia Slank”. Suatu persembahan Bakrie Telecom dan Slank untuk Slankers.

Peluncuran Hape ini merupakan suatu kolaborasi dari operator telekomunikasi dan group band yang belum pernah dilakukan di Indonesia dan dibuat hanyabagi Slankers. Hape ini bisa dianggap sebagai bentuk personifikasi antara group band dengan penggemar setianya dan sekaligus menjadi sarana interaksi antara keduanya karena adanya muatan informasi-informasi terbaru tentang kelompok musik idola mereka.

Hape Esia Slank ini dilengkapi pula dengan Slank Menu yang akan langsung terhubung ke dalam Slank content, sehingga pelanggan dapat dengan mudah untuk mencari atau melakukan download content slank yang disukai diantaranya Wallpaper Slank, Polyringtones Slank dan Warung Slank. Content-content yang terdapat dalam Warung Slank dimungkinkan untuk didownload karena adanya aplikasi yang dinamakan Brew Application Downloader.

Dijamin informasi yang terdapat di portal tersebut sangat menarik dan diminati oleh para slankers karena berisi berbagai informasi up to date tentang kegiatan Slankers dan lagu-lagunya. ”Hape Esia ini memang untuk Slankers Sejati. Buktikan bahwa anda Slankers sejati dengan memiliki Hape ini”, ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk pada saat peluncuran hape ini di Wisma Bakrie kemarin.

Beberapa keuntungan yang bakal dimiliki oleh para pelanggan Hape Esia Slankers. Esia akan memberikan gratis 5 ringtone Slank dalam pemakaian selama 21 hari sejak kartu diaktifkan. Kelima ringtone tersebut berasal dari lagu-lagu hit slank yang banyak diminati slankeres seperti Solidaritas, Rebut, Seperti Para Koruptor, Virus dan Devillinu. Khusus lagu Virus dan Devillinu diambil dari American Album yang belum dirilis di Indonesia.

Tidak hanya gratis 5 ringtone, Esia juga akan memberikan gratis 5 polyringtone slank yang sudah tersedia di dalam hape ini sehingga pelanggan dapat menggunakan polyringtones ini untuk dijadikan ringtone pribadi bila ada panggilan masuk. Kelima lagu yang dijadikan polyringtones adalah Pandangan Pertama, Kuil Cinta, Sosial Betawi Yoi, Seperti Para Koruptor dan Orkes Sakit Hati, ada pula gratis 5 wallpaper.

Selain itu ada pula Slank Voice Portal dimana pelanggan Esia memiliki akses langsung ke suara Slank asli. Dengan telepon ke nomor 88825, pelanggan Esia Slank secara otomatis akan terhubung secara eksklusif ke Slank Portal. Pada portal ini terdapat info-info menarik seputar album-albumnya Slank seperti The Big Hip (Japan), Anthem for the Broken Hearted (American Album),Lagu-lagu hits teranyar, full track streaming, biografi Slank, berita-berita terakhir mereka dan masih banyak lagi.

Pelanggan juga bisa melakukan interaktif SLANK SMS Menu dengan Mengakses ke SMS Menu SLANK. Dengan cara ketik SLANK kirim ke 88825. disini pelanggan juga akan bisa mendapatkan berita2 yg nggak kalah seru dari Slank Voice Portal, karena SMS menu ini berbasis SMS content, sehingga pelanggan bisa melakukan download Wallpaper Slank, Ringtone Slank, Update Jadwal Konser Slank, My Kaka Loves, Kata Sok Bijak Bim2, Abdee, Ridho & Ivan Music Klinik, Pelukan Bunda danlainnya. Baik Slank SMS Menu maupun Slank Voice Portal keduanya bisa di akses oleh seluruh pelanggan Esia.

Menurut Erik, Hape Esia Slank ini akan ditawarkan dengan harga Rp 299 ribu (termasuk PPN) plus bonus pengiriman sms gratis sebanyak 26 ribu karakter. Tambahan bonus lain adalah bonus talktime senilai Rp 12 ribu yang langsung diberikan kepada pelanggan setelah berhasil melakukan aktivasi kartunya. “Bonus ini bisa langsung digunakan untuk melakukan seluruh aktivitas percakapan telepon dan sms, lokal, interlokal maupun internasional serta layanan nilai tambah lainnya. Masa aktifnya juga lumayan panjang selama 30 hari sejak diaktifkan dan mempunyai masa tenggang 30 hari”, jelasnya.

Selain keunggulan dalam fitur-fitur yang penuh dengan informasi Slank, Hape Esia Slank juga memberikan program amal sebagai tanda solidaritas kepada pihak-pihak yang membutuhkan dengan menyisihkan dana sebesar Rp 10 ribu untuk setiap yang terjual. Pihak-pihak yang akan menerima dana ini akan ditunjuk langsung oleh pihak Slank. ”Kami, Bakrie Telecom dan Slank sepakat bahwa setiap produk yang kami kerjakan bersama membawa manfaat bagi masyarakat. Kami pun mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungannya karena masih banyak pihak-pihak yang membutuhkan uluran tangan kita semua”, kata Erik.

Slank selama ini memang dikenal sebagai grup band yang sangat peka terhadap kondisi lingkungannya. Lewat lagu-lagunya, Slank banyak menyuarakan suara rakyat dan mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu. Karena itu tidaklah mengherankan jika Slank yang terdiri dari Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar) memiliki penggemar yang fanatik, cenderung setia pada Slank karena mereka menganggap musik Slank adalah musik jujur apa adanya yang mewakili jiwa dan semangat muda.

”Semangat ini pula yang melekat pada diri Bakrie Telecom karena itu merupakan suatu kehormatan kami bisa bekerjasama dengan Slank dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat”, jelas Erik.

Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Bakrie Telecom dan Slank juga akan hadir pentas di konser SLANK 25 Tahun Memberi yang akan diselenggarakan di Lapangan KODAM V/Brawijaya, Surabaya pada tanggal 29 Desember 2008. Pagelaran ini akan ditayangkan di ANTV 2 Januari jam 21.00 WIB. Selain memperkenalkan kehadiran hape ini juga dimaksudkan untuk semakin mempererat hubungan keduanya dengan para Slankers di Jawa Timur, khususnya kota pahlawan Surabaya.

***

December 17, 2008

PIALA CITRA MOTIVASI VINO BERIKAN YANG TERBAIK

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 1:25 am

Jakarta - Ketidakhadiran Vino G. Bastian saat dinobatkan menjadi Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2008 dikarenakan sedang menderita gejala tipes. Ia merasa senang dirinya mampu meraih Piala Citra yang merupakan penghargaan tertinggi untuk insan film terbaik di tanah air.

“Saya sudah mengkonfirmasikan ketidakhadiran saya ke panitia, waktu itu saya juga minta maaf ke Pak Deddy Mizwar,” ujar Vino di Kantor IFI, Jl. Sampit IV No. 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/12). Hal ini sekaligus mengklarifikasi kabar yang tersiar kalau pria kelahiran Jakarta 24 Maret 1982 ini melecehkan ajang FFI 2008.

Pemeran Radit dalam film ‘Radit & Jani’ itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini, “Penghargaan ini bukan klimaks, tetapi justru merupakan awal untuk saya menjadi lebih baik lagi dan bersaing dengan insan film lainnya,” ungkapnya.

Di akui oleh putra bungsu pengarang Bastian Tito penulis komik Wiro Sableng ini, kalau sekarang banyak pendatang baru yang memiliki talenta dan berkualitas sehingga persaingan di dunia film lebih kompetitif, “ini bagus dan Piala Citra memotivasi diri saya untuk terus meningkatkan kemampuan dan tetap bisa bersaing dengan mereka,” katanya.

Karir Vino diawali sebagai seorang model dan kemudian melebarkan sayapnya ke dunia film. Sebutnya saja debutnya di film 30 Hari Mencari Cinta yang membawa dirinya membintangi beberapa film, diantaranya berjudul Realita, Cinta dan Rock n Roll, Pesan dari Surga, Badai Pasti Berlalu, Coklat Stroberi, Tentang Cinta, Radit dan Jani, serta In The Name Of Love.

Selain Vino G Bastian yang meraih Pemeran Utama Pria terbaik di FFI 2008, Fahrani pasangan Vino dalam Film Radit dan Jani juga menyabet penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita terbaik. Film Radit dan Jani adalah produksi ke dua IFI (Investasi Film Indonesia). IFI adalah adalah sebuah perusahaan investasi film yang telah melakukan investasi terhadap film-film seperti Banyu Biru, Alexandria, Untuk Rena, dan Berbagi Suami. Mulai tahun 2007, IFI memproduksi filmnya sendiri. Film pertama IFI, Coklat Stroberi (sutradara Ardy B. Octaviand) memenangkan penghargaan dari Bali International Film Festival. Film keduanya, Radit dan Jani (sutradara Upi Avianto) sebelum meraih penghargaan di Festival Film Indonesia, juga meraih penghargaan dari Indonesia Movie Awards dan terakhir Coblos Cinta merupakan sebuah film yang bertaburan bintang. Bersama TriXimages, IFI memproduksi film berjudul 3 Doa 3 Cinta yang akan diputar 18 Desember 2008 di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia. Salah satu pemain 3 Doa 3 Cinta, Yoga Pratama meraih penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Pria terbaik di FFI 2008 dan uniknya, sebelum di release di negeri sendiri, film ini lolos di berbagai festival di mancanegara. (*)

EKONOMI SYARIAH, SOLUSI TUNGGAL ATASI KRISIS KAPITALISME

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 1:21 am

Serang – Krisis keuangan global yang terjadi hingga detik ini belum menunjukkan tanda-tanda reda. Krisis yang dipicu oleh kredit macet di bidang properti (subprime mortgage) di AS itu kini menjalar ke mana-mana menimbulkan efek domino bagi perekonomian dunia. Negara-negara Eropa pun terkena getahnya dan secara kasat mata menerjang perekonomian Indonesia. Meski banyak pendukung kapitalisme masih tetap membelanya, namun tak bisa disangkal bahwa penyebab krisis finansial global adalah sistem kapitalisme itu sendiri.

Demikian disampaikan oleh Direktur Operasional SEM Institute, Mohammad Arif Yunus dalam Seminar Nasional Dampak Krisis Global di Indonesia di Untirta Banten, Selasa (16/12). “Ada tiga pilar utama pendukung sistem ekonomi kapitalisme yang memiliki internal toxic, yaitu pertama riba yang diwujudkan dalam bunga perbankan; kedua adalah judi yang mewujud dalam bursa saham dan pasar uang; serta yang ketiga sistem uang kertas dengan standar dollar US,” ungkapnya.

Dikatakannya, karena krisis finansial global ini disebabkan oleh persoalan sistem/ideologi, maka solusinya adalah dengan mengganti sistem/ideologi yang menjadi asas kegiatan ekonomi tersebut. “Perubahannya harus dilakukan secara revolusioner dan total, karena jika perubahannya hanya parsial saja, namun tetap menyandingkannya dengan sistem kapitalisme, niscaya efek sampingnya tak pernah hilang. Hegemoni kapitalisme tetap akan menguasai perekonomian dunia.”

“Karena itu, beberapa langkah solusi yang harus diterapkan adalah mencegah ketidakstabilan ekonomi dengan menghilangkan kegiatan riba; mencegah kegiatan spekulasi non-produkstif di pasar uang, pasar modal dan bursa berjangka komoditas; mengembalikan fungsi uang ke fungsi aslinya, bukan sebagai komoditi yang diperdagangka; dan mengatur sistem kepemilikan, misalnya khusus kepemilikan umum harus dikelola oleh negara dan tidak boleh diserahkan kepada pihak swasta (privatisasi) dan hasilnya didistribusikankepada seluruh masyarakat dengan harga murah atau gratis, kenapa demikian? karena rakyatlah sejatinya pemilik kepemilikan umum tersebut,” terangnya.

Menurut Dosen Luar Biasa Ekonomi Syariah AMK Bogor ini, sistem keuangan dunia pun harus diganti dengan sistem keuangan Islam. Ada beberapa ketentuan pokok dalam sistem keuangan Islam, diantaranya penerapan mata uang emas dan perak sebagai standar satuan uang, dilarangnya riba dan aktivitas pembungaan uang, larangan penimbunan uang walaupan telah dikeluarkan zakatnya, larangan kegiatan spekulasi di pasar uang, pasar saham dan pasar berjangka komoditi, serta pemanfaatan harta Baitul Mal untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mengatur distribusi kekayaan.

Menutup paparannya di acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Untirta ini, Mohammad Arif Yunus menganjurkan setiap muslim haruslah berusaha menjalankan kegiatan ekonomi dan finansial sesuai dengan ketentuan syariah meskipun itu berat. Upaya pendirian berbagai lembaga keuangan syariah adalah upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Namun langkah itu tidaklah mudah serta mengalami banyak kendala. Hal ini karena sistem keuangan dunia sedang dikuasai oleh sistem kapitalis global. “Penerapan sistem keuangan syariah dalam lingkup yang lebih luas akan terkendala dengan sistem kapitalis yang penuh spekulatif dan ribawi. untuk itu harus ada sistem alternatif, yakni sistem Khilafah yang dapat mengemban pelaksanaan seluruh prinsip-prinsip keuangan syariah dengan sempurna,” tambahnya. (*)

December 11, 2008

3DOA3CINTA, ANTARA IMPIAN DAN HARAPAN

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 9:11 am

JAKARTA – Pesan Kedamaian dan Cinta akan mengalahkan segala bentuk Kekerasan dan Kebencian akan tersebar luas pada 18 Desember 2008 ini. Sebuah pembuktian bahwa Islam adalah agama yang damai, anti dengan kekerasan dan menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan beragama serta saling menghormati, menunjukan pula kalau pesantren penuh dengan nilai - nilai humanisme dan kedamaian, bukan tempat teroris seperti yang diperkirakan oleh orang-orang barat.

Harapan ini disampaikan seorang sutradara muda Nurman Hakimlewat film layar lebar perdananya yang berjudul 3Doa3Cinta. Setelah banyak membuat film pendek dan salah satu diantaranya pada tahun 2003 berhasil memenangkan festival film independent, Nurman Hakim kembali menulis dan menyutradarai 3Doa3Cinta dengan proses penulisan kurang lebih dua tahun. “Waktu pertama kali saya menulis film ini, terinspirasi dari tragedi WTC 11 September. Setelah saya menulis, ternyata script saya ini berhasil mendapatkan beberapa grant, dari Global Film Initiative di San Fransisco, Amerika Serikat; Goteborg International Film Festival Fund di Swedia dan Fond Sud Cinema di Perancis. Judul aslinya adalah Pesantren, biar lebih akrab saya buat menjadi 3Doa3Cinta,” terangnya.

Saya memang pernah tiga tahun hidup di Pesantren, 3Doa3Cinta adalah film yang bercerita tentang proses pendewasaan santri yang dididik secara Islam dalam memahami kehidupan diluar pesantren. Saya mau berbicara tentang dunia pesantren di Indonesia yang penuh cinta dan kedamaian. Disini saya mencoba ingin menepis anggapan bahwa pesantren itu tempat orang-orang yang radikal, ceritanya sendiri sangat menyentuh dan dalam film ini kita dapat melihat potret kehidupan di pesantren yang diwarnai dengan cinta, ibadah, persahabatan, dan nilai kemanusiaan” ujar Nurman Hakim yang saat ini masih aktif sebagai pengajar di Fakultas Film dan Televisi, IKJ.

Kelebihan film ini, cenderung untuk menonjolkan kepada hubungan manusiawinya. Bagaimana kehidupan ketiga santri yang masih remaja menjadi tokoh ceritanya sehingga terlihat unik untuk dieksplorasi. Menampilkan bintang-bintang muda yang memiliki talenta seperti Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama dan Yoga Bagus, film ini bercerita tentang tiga orang sahabat, Huda, Rian dan Syahid, tiga remaja yang tinggal di pesantren di sebuah kota kecil yang terletak di daerah Jawa Tengah. Mereka punya rencana dalam hidup mereka masing-masing setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menulis harapan-harapan mereka di dinding. Hingga sebuah situasi merubah hidup mereka.

Huda (Nicholas Saputra), adalah santri yang patuh pada gurunya, Kyai Wahab yang telah mengasuhnya sejak ibu kandungnya meninggalkannya begitu saja di pesantren itu. Huda mulai merencanakan hidupnya di luar pesantren nanti. Yaitu mencari ibunya yang kabarnya berada di suatu tempat di Jakarta. Huda bertemu dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo) seorang penyanyi dangdut pemula yang sangat seksi ketika di panggung dan terobsesi menjadi bintang terkenal di Jakarta.

Rian (Yoga Pratama) santri dari suatu kota besar. Dia mendapatkan sebuah kado handycam dari ibunya pada saat ulang tahunnya. Rian seolah melihat dunia baru dari balik viewfinder, ia asyik merekam berbagai peristiwa yang ada di lingkunganya. Rombongan pasar malam terutama layar tancap yang kebetulan sedang singgah di desa itu membuat Rian semakin obsesif terhadap kamera.

Syahid (Yoga Bagus), berasal dari keluarga miskin. Karena situasi sosial dan psikologis dirinya, membuat Syahid tergabung dalam kelompok islam garis keras yang berada di luar pesantren. Terlebih ketika sawah milik orang tua Syahid dibeli paksa oleh sebuah perusahaan ternama milik Amerika untuk dijadikan pabrik. Syahid merencanakan sesuatu yang besar dalam hidupnya yang akan memberikan dampak bagi kedua temannya.

Kepada Banten Muda, Dian Sastro mengungkapkan kekecewaannya pada media yang menyamakan dirinya dengan film Mendadak Dangdut yang dibintangi Titi Kamal. ”Saya mendukung film ini karena aku suka film ini, banyak inspirasi dan pesannya besar sekali, suatu kehormatan bagi saya bisa terlibat dan film ini perlu ditonton oleh banyak orang,” tukasnya.

Main dengan Dian tentunya menyenangkan sekali, karena kita sudah kenal satu sama lain, sudah tahu juga cara kerja masing-masing, jadi sudah paham dan tidak menemukan kesulitan juga dalam komunikasi” ungkap Nicholas Saputra.

Sementara Yoga Bagus menambahkan bahwa dirinya pernah mengenyam pendidikan di Pesantren sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam mengikuti film ini. Namun sebagai pendatang baru, Yoga juga banyak belajar dari rekan-rekannya yang lebih senior.

Walaupun proses penggarapan skenarionya memakan waktu lebih dari 3 tahun, Proses shooting filmnya sendiri hanya membutuhkan waktu 16 hari, yang dilakukan selama bulan April-May kemarin. Sebuah waktu yang terhitung singkat karena shooting film ini dilakukan di beberapa kota, Jakarta, Yogyakarta dan Magelang. Waktu yang padat ini tidak menjadikan film ini dibuat dengan seadanya. Seluruh kru film tetap serius dan total. Profesionalitas dan efektivitas kerja membuat film ini selesai tepat pada waktunya.

Di film ini kita bisa lihat bagaimana Nicholas Saputra begitu menjiwai perannya sebagai seorang santri yang jatuh hati dengan penyanyi dangdut keliling, yang diperankan sangat apik oleh Dian Sastro yang juga melantunkan 2 buah lagu dangdut,” ujar produser film, Adiyanto Sumarjono.

Untuk mendalami peran sebagai penyanyi dangdut kampung, setiap hari aku dengerin lagu-lagu dangdut, aku juga belajar joget dangdut. Aku dengerin semua lagu dangdut, diantaranya lagu pemenang-pemenang KDI, itu semua aku dengerin, kemudian setiap hari aku juga dengerin lagunya Ike Nurjanah dan Iyet Bustami,” jelas Dian.

Kerja keras itu pun mulai membuahkan hasil, pada bulan Mei yang lalu, 3Doa3Cinta diundang ke Cinema du Sud di Cannes Film Festival di Perancis dimana film ini diputar didepan para produser, sutradara dan distributor film international. Setelah World Premiere pada Oktober yang lalu di Pusan International Film Festival, Korea, 3Doa3Cinta berhasil lolos dalam Official Selection Competition di Dubai International Film Festival yang diselenggarakan tanggal 9-18 Desember 2008. 3Doa3Cinta terpilih dari sekitar 1800 film yang diterima oleh panitia festival. Hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri, karena sebelum film ini release di Indonesia sudah berhasil lolos dalam berbagai festival film di mancanegara.

Selain itu, di Festival Film Indonesia yang akan diselenggarakan di Bandung pada tanggal 12 Desember ini, 3 Doa 3 Cinta berhasil meraih 7 (tujuh) nominasi untuk kategori: skenario cerita asli (Nurman Hakim), penyuntingan (Sastha Sunu), tata suara (Khikmawan Santosa), tata musik (Djaduk Ferianto), pemeran utama pria (Nicholas Saputra), pemeran pendukung pria (Yoga Pratama) dan film secara utuh.

Ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, walaupun perlu diingat bahwa saya membuat film ini bukan untuk festival, melainkan untuk penonton. Film ini dibuat sangat ringan, sehingga penonton setingkat anak SMP pun dapat menikmati film ini, harapan saya agar penonton bisa mengerti juga nilai-nilai yang terkandung dalam film ini. ” tegas Nurman Hakim.

3Doa3Cinta merupakan produksi TriXimages dan Investasi Film Indonesia (IFI). TriXimages telah memproduksi antara lain “Bendera” dan terakhir “The Photograph” di tahun 2007. IFI sendiri telah membiayai lebih dari 6 film dan memproduksi antara lain Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani (2008) dan terakhir Coblos Cinta (2008).

Sebagian Harapan Nurman Hakim mungkin sudah tercapai. Tapi Bagaimana kehidupan Huda, Rian dan Syahid dalam film ini? terwujudkah segala impian dan harapan yang pernah mereka tulis di tempat rahasia itu ? Saksikan pada tanggal 18 Desember 2008, serentak di bioskop-bioskop kesayangan anda! (*)

GERAKAN RAKYAT ANTI KORUPSI DARI UNTIRTA

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 9:09 am

SERANG - Sebagai tindak lanjut dari Pendidikan Anti-Korupsi untuk Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untirta pada 20 November 2008 yang lalu, bertepatan dengan Peringatan Hari Anti-Korupsi se-Dunia, telah di deklarasikan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERASI) Untirta.

Presiden Mahasiswa (Presma) Untirta Soeroyo mengatakan, Gerasi merupakan Lembaga Otonom bentukan BEM Untirta dan telah beranggotakan sekitar 60 mahasiswa. “Sebelumnya mereka telah mengikuti Training of Trainer (TOT) Pendidikan Anti-Korupsi selama tiga hari. Setelah dibekali, mereka pun melakukan kampanye dari sekolah ke sekolah dan alhamdulillah mendapatkan respon yang baik,” ujarnya.

Kepada Banten Muda, Herbert Nababan dari KPK mendukung penuh terbentuknya Gerasi Untirta yang telah dideklarasikan di Kantor KPK yang dipandu oleh Ketua KPK Antasari Azhar. “KPK memang memiliki program TOT ke kampus-kampus di Indonesia. Dan selama dua tahun perjalanannya, sudah terbentuk beberapa komunitas pelajar dan mahasiswa untuk mendukung gerakan anti korupsi,” tukasnya.

Dikatakan oleh Herbert, program TOT ini adalah salah satu upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh KPK ke semua jenjang masyarakat. “Dalam TOT itu, kita perkenalkan, apa itu KPK, bagaimana tupoksinya, apa itu korupsi berikut dampak-dampaknya. Kita juga paparkan bagaimana peran kaum muda dalam upaya pemberantasan korupsi, diantaranya yang menarik adalah adanya film dokumenter sumbangan dari anggota masyarakat bernama Leksi yang menyoroti apa dan bagaimana korupsi di Indonesia khususnya yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Kita juga samakan persepsi, apakah perilaku korupsi itu suatu budaya atau membudaya? kita juga bagikan buku panduan bagaimana memahami dan melawan korupsi, disitu kita akan temukan beberapa definisi korupsi. Tapi intinya, mau dilihat dari sudut pandang apapun, korupsi itu adalah tindakan yang salah karena merugikan negara dan membuat sengsara orang lain,” terangnya.

Kendati demikian, Soeroyo menjelaskan Gerasi mempunyai keterbatasan wewenang. “Tugas kami hanya mencegah tindak korupsi, dan pencegahan itu harus dilakukan sejak dini. Ingat, menyontek, titip absen, bolos, jam karet dan berbohong merupakan hal-hal yang termasuk dalam tindakan korupsi. Namun kita tetap berkonsultasi dengan KPK, silahkan hubungi kami apabila ada masyarakat yang ingin mengadukan tindak korupsi.” ungkapnya.

Rabu (10/12), Gerasi dan BEM Untirta mengadakan kampanye anti korupsi ke sejumlah titik keramaian di Kota Serang dan Cilegon. Para mahasiswa tersebut melakukan orasi dan membagi-bagikan stiker bertuliskan ‘Awas Bahaya Laten Korupsi’ di Kampus Untirta, Perempatan Ciceri, Alun-alun, Mall Serang, Royal, Pemprov Banten, Pemkot, Pemda, Kampus Fakultas Teknik Cilegon dan Mayofield Mall Cilegon.

Menurut Herbert, tidak perlu ragu dan takut untuk melaporkan tindak korupsi di sekitar kita. “Sepanjang pelapor tidak mempublikasikan diri, identitas dan keselamatan diri si pelapor sepenuhnya akan dilindungi oleh KPK. Pengaduan bisa disampaikan ke KPK lewat surat melalui Kotak Pos 575, Jakarta 10120, bisa juga melalui email di pengaduan@kpk.go.id, telpon di 021-25578389 atau sms di 08558575575.” (*)