bantenmuda’s Blog






         Just another Friendster Blogs weblog

January 29, 2009

CERPEN: HUJAN DI WAKTU MALAM

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 4:18 am

Hujan di waktu malam yang Aku suka, dikotori oleh darah dari seorang lelaki yang belum selesai Aku rangkai puzzlenya. Seorang yang memperkenalkan dirinya ’Lelaki’. Tubuhnya telungkup dengan punggung tertembus peluru, lalu, air hujan menghanyutkan darahnya dan mencarikan lubang sisi jalan di bawah trotoar, dan terus mengalirkannya entah kemana. Lelaki yang menyisakan kalimat, ”Untuk keselamatan orang banyak, mestinya Kita dengan rela hati menjadi mortir”. Sungguh, Aku tidak mengerti.

Aku pandangi tubuhnya yang telungkup terdorong oleh dua peluru yang kemudian bersarang di punggungnya. Sesekali lampu mobil menunjukan lubang tempat peluru bersarang. Darah. Merah. Membuncah.

Siapa gerangan yang telah dengan sengaja menodai kecintaanku pada hujan di waktu malam, dengan letusan di tengah kelam, dengan peluru saat hujan, dengan darah pada jernihnya air.

Aku suka hujan, namun Aku benci kematian. Malam ini, Lelaki itu telah pergi, nyawanya dirampas dengan paksa oleh dua peluru. Padahal, teka-teki tentang lelaki itu masih terlalu sedikit untuk Aku simpulkan.

Pertama Aku dapati Lelaki itu di malam Bulan Desember saat hujan dengan rinainya yang lembut seperti tepung yang keluar dari ayakan. Lampu di perempatan tak dapat memperlihatkan wajahnya yang ditudung topi. Mengenakan jaket hitam pun celana dan sepatu kulit warna hitam.

Rasa ingin tahuku timbul, setelah pertemuan yang berulang-ulang tanp tegur sapa. Dia dengan pakaian yang dikenakan, dengan kebiasaannya, dan dengan keacuhannya pada hujan. Dia sama sekali tak perduli dengan angin yang mengusapkan air hujan pada wajahnya. Juga tak perduli saat ban mobil menyiramkan air yang tergenang pada pakaiannya.

Arah Kami bersilangan. Persilangan Kami selalu di tempat yang sama, pada jam yang sama. Untuk mengenalinya, Aku mencoba merubah ruteku dengan mengikuti rutenya.

Hujan cukup deras. Langkahnya tak berubah. Air hujan tampak panjang-panjang di bawah sinar merkuri yang ditembakkan kendaraan bermotor. Sesekali angin berembus pelan membuat air hujan seakan menari. Dengan angin itu, hujan menaburi wajah Kami. Dingin. Dalam. Menggetarkan.

”Mengapa Kamu berubah rute?” tanyanya saat Aku mulai mendekat.

”Aku ingin dapati sesuatu yang lain,” jawabku.

”Silakan Kamu duluan.”

”Apakah kehadiranku membuatmu terusik?”

”Tidak juga,” jawabnya, tanpa merubah irama langkahnya. Tak pernah Aku dapati raut wajahnya.

Lalu lalang kendaraan yang semakin cepat saat malam makin dalam. Garis putih median jalan menjadi penanda berharga bagi pengemudi yang lelah mata.

Lampu lalu lintas menyisakan warna kuning berkedip-kedip. Seseorang Aku dapati menari-nari di bawah lampu penerang jalan saat senyap. Mereka begitu menikmati. Tarian mereka meniru tarian para sufi, berputar ke kiri dengan tangan kanan terlentang dan tangan kiri ditekuk menunjuk ke atas, sesekali menengadah dengan mulut menganga, kemudian menelan airnya, dan tersenyum.

Aku terbiasa dengan perhatianku pada semua yang aku dapati selama perjalanan. Para pengisi malam dengan kegiatannya, Satpam yang tertidur di kursi pos jaga dengan kaki yang disilangkan di atas meja dan topi yang menutupi sebagian wajahnya.

Pedagang sekuteng memarkirkan gerobaknya di samping halte. Kursi papan persegi panjang dengan beberapa pembeli. Para pembeli sengaja berlama-lama dengan semangkuk kecil sekutengnya.

Penjual nasi goreng keliling menjajakan dagangannya, menabuhi tepi piring memakai sendok. Terus berjalan hingga mendapati peminat.

Malam itu Aku tak mendapati apa-apa tentang dirinya.

Malam berikutnya, Aku dapati Dia sedang menyeruput kopi panas yang tersisa setengah gelas di warung pinggir jalan tepatnya di perempatan taman kota. Dia bergegas hendak pergi saat Aku akan duduk di sampingnya. Aku tidak berhasil.

Malam berikutnya lagi, Aku dului Dia di warung itu. Berbincang sebentar dengan pedagang tentang lelaki itu. Aku peroleh jawaban, ”kurang tahu, biasanya memang Dia mampir ke sini, tapi Aku tak mendapati apapun dari mulutnya, hanya suara hmm, lama-lama Aku malas bertanya”.

”Hanya itu?” tanyaku memastikan.

”Ya. Dan Dia selalu pergi saat ada yang duduk disampingnya, sambil meletakan uang sepuluh ribu,” jawab pedagang kopi berwajah keriput.

Sesaat Aku tunggui Dia. Saat muncul Dia tak menghentikan langkahnya meski hujan amat lebat malam itu. Aku pandangi Dia. Dari hembusan nafasnya terlihat kabut dingin diterpa sinar lampu penerang jalan. Aku bergegas mengikutinya.

”Aku tahu, Kamu mengikuti Aku. Apa perlunya Kamu?”

Aku gelagapan dibuatnya. Ternyata Dia membaca gerak-gerikku. Aku mencoba untuk tenang. Dan, dengan senyum Aku balas pertanyaannya.

Dia tak membalas. Wajahnya tertutup topi laks yang kenakannya. “Rupanya ada orang yang tertarik untuk memperhatikanku,” lanjutnya.

Aku jawabi Dia dengan senyum.

“Kamu bekerja di mana?” tanyanya.

Aku jawabi semua pertanyaannya. Hingga pada waktunya Aku ajukan pertanyaan-pertanyaan padanya.

Malam beranjak ditemani hujan dan sedikit angin yang mengibas-kibas tenda warung kopi. Lepas tengah malam, kami berpisah. Dia selalu mengambil jalan yang berlawanan arah dari jalan yang ingin Aku lewati. Aku tidak mau Kamu mendapati kesulitan karena berteman denganku, begitu ucapnya saat mengakhiri pembicaraan.

Hingga akhirnya menjadi rutin Kami bertemu. Dari sikapnya, Aku baca Dia begitu tertutup. Dari cara bicaranya, Aku yakin Dia orang yang tegas dalam prinsip. Dari perilakunya, Aku percaya Dia orang yang pemberani.

”Tak perlu Kami tahu siapa namaku dan dari mana asalku atau tempat tinggalku. Manusia dikenal dan dikenang oleh orang lain hanya dari kepribadian dan atas apa yang telah dilakukan,” jawabnya saat Aku menanyakan namanya.

”Lalu, Aku harus memanggil Anda apa?” tanyaku.

”Panggil saja Aku, ’Lelaki’”.

Aku tak pernah sekalipun melihatmu di waktu siang.”

”Sebagian orang melihat malam adalah sosok yang menakutkan, sebagian orang menggunakan malam sebagai gorden.”

”Aku suka hujan. Sepertinya Lelaki pun demikian.”

”Hujan mampu meredam emosi. Airnya mampu menghayutkan kegelisahan.”

”Di Kota ini, Lelaki tinggal bersama siapa?”

”Bersama perjuangan.”

”Apa yang ingin Lelaki perjuangkan?”

”Melepaskan masyarakat dari jerat para lintah darat.”

”Sudah dimulai langkah itu?”

”Sudah, dan akan terus dilakukan.”

”Apa saja yang telah Lelaki lakukan?”

”Telah Aku pisahkan lengannya dari tubuhnya.”

Terhenyak Aku dibuatnya.

”Negara tak mampu menyusun kebijakan ekonomi yang berkeadilan. Aparat telah gagal melindungi rakyatnya dari ganasnya cengkraman para rentenir. Hukum telah diperjualbelikan.”

”Tidakkah ada cara lain?”

”Bagi yang lain, pastinya ada. Tapi, bagiku inilah jalan satu-satunya.

***

Hingga akhirnya, Malam ini Aku dapati Dia telungkup bersimbah darah dengan punggung yang tertembus dua peluru yang disarangkan oleh entah siapa.

Hujan masih mengguyur dalam kelam berkabut dendam.

***

Oleh :Muhlisi, mahasiswa STIE Bina Bangsa Banten jurusan Akuntansi

Sangat menyukai Sastra dan cukup produkti dalam membuat Puisi dan Cerita Pendek

Berminat mengetahui karya-karyanya yang lain? hubungi 0813.8482.2765

January 25, 2009

“T-Five Mulai Mendua”

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 12:15 am

Dengan formasinya yang baru T-Five yang pada tanggal 20 Juli 2008 genap berumur 9 tahun, tidak berhenti sampai album ke 3 nya tetapi tetap terus berkarya di blantika musik Indonesia. Pada tanggal 22 September 2008 T-Five resmi bergabung dengan Pandawa Kreasindotama, yang bertindak sebagai pihak label T-Five.

Di dalam album terbaru T-Five yang berjudul “The Legacy” ini, akan terdapat lagu yang berjudul “MENDUA” lagu ini bertemakan fenomena cinta segitiga yang dikemas secara menarik dan rapih dalam musik Pop R&B. Lagu “MENDUA.” ini adalah kelanjutan dari Single “Tak Akan Hilang” yang telah dirilis sebelumnya oleh Twister Five Ent. di awal bulan Juli tahun 2008. Nuansa musik beraliran R&B/Hip Hop yang kental ini menjadi indikator bahwa T-Five yang dari tahun 2001 sudah kita kenal tetap eksis pada jalur (genre) musiknya yaitu R&B/Hip Hop.

Album terbaru dari T-Five ini direncanakan akan rampung di akhir bulan Januari 2009, sehingga pada bulan Februari 2009 sudah dapat beredar dan meramaikan industri musik Indonesia. Untuk penggarapan video klip pertama, pihak T-Five dan Pandawa Kreasindotama sepakat memilih lagu “MENDUA” yang temanya bercerita tentang seseorang yang mempunyai dua orang kekasih (dengan berat hati ia menjalani hubungan cinta segitiga tersebut). Kekasih yang pertama berbudi & berakhlak baik, sedangkan kekasih nya yang kedua sangatlah berbanding terbalik dengan yang pertama. Diakhir cerita dari lagu ini orang tersebut harus memilih yang manakah kekasih yang terbaik untuk dirinya.

Album ke 4 T-Five ini adalah obat pelipur kerinduan bagi para fans dari T-Five (T-Five’rs), karena seperti kita ketahui sendiri sudah cukup lama juga T-Five belum mengeluarkan album nya yang baru. Konsep live performance (manggung) nya T-Five pun tidak banyak berubah. T-Five tetap enerjik di panggung, T-Five tetap memadukan harmonisasi suara vokal yang sedap didengar telinga, dan T-Five juga tetap melantunkan rima-rima “Seni Berbicara Cepat” (Rapp) yang mendebarkan jantung dan menggelitik telinga para fans nya (T-Five’rs). *** (Wira)

T - Fiveare :

Andi Rustandi (And One) – Piano/Keyboard

Experiences:

Marching Band BPI Junior High School Bandung (1987 – 1988)

ME Voices, EMS Band, Blue Guys Band, Letter D Band

Cameo as “The Maunx” at Wide Screen Movie “Bad Wolves” (2005)

(Directed by Richard Buntario)

Piano and Vocal Instructor at Elfa Music Secoria (EMS) (2006 – Now)

Choir Lecturer at R.S. Rajawali, Bdg (April 2008 – Now)

Featuting Artist:

As Andi T-Five (Keyboard) at Marcell Band (January – October 2007)

Aswani Anshari (Ice Win) – Synthesizer/Keyboard

Experiences:

Prime Cuts Band (1996 – 1998)

After Sunset Band (1998 – 1999)

Piano Instructor at Gelanggang Generasi Muda (GGM),Bdg (1999 – Now)

Piano Instructor at Elfa Music Secoria (EMS) (January – February 2007)

Tabriz Muhajier E.M.S (Tabriz) – Guitar

Experiences:

Asian Beat - Philippines, Thailand, Singapore (2000 – 2001)

Television Commercials Music Director on all WINGS Products (2004 – 2005)

Music Director on Musica , EMI, Kris Dayanti Records (2004 – 2006)

Session Player on Erwin Gutawa’s Orchestra (2003 – 2006)

The Best Guitar Player by Gudang Garam Indonesia (1995 – 1996)

The Best Guitar Player by YAMAHA Indonesia (1995 – 1996)

Music Director for Ever Nine Band first album (2008)

Featuring Artist:

As Tabriz T-Five (Guitar) at In Soul Band

Paul Arnold (P.A) – Vokal/Soprano

Experiences:

Uchi Wibie’s Backing Vocal (1995 – 1996), T-Five (Accapella) (1997 – 1999)

Nescafe Coffee’s song Commercials (1998)

Composer & Singer at “VICEE tablet hisap” product commercial (2003)

Vocal Arranger at “Cinta 24 Karat” Wide Screen Movie Soundtrack (2005)

(Directed by Richard Buntario)

Cameo as “The Maunx” at Wide Screen Movie “Bad Wolves” (2005)

(Directed by Richard Buntario)

Vocal Director for Dirly Idol & Ghea Idol at RCTI’s Sinetron “IDOLA” (2006)

Vocal Director for ZEUS album “Dewi Cinta” (2007)

Vocal Director for Brownies Band 2nd album (2008)

Featuring Artist:

At “Penghuni Terakhir” Reality Show, also feat. B’Jah & Baim (2005); At ANTV’s “Valentine With Love” Citos – Jkt, also feat. Dhea Ananda (2005); At Indosiar’s Gebyar BCA. also feat. Cindy song’s “Rintangan” (January 2006); At RCTI’s Bincang Bintang, also feat. Cindy song’s “Rintangan” (February 2006); As Paul T-Five At “Badai Pasti Berlalu” Soundtrack Album’s “Kahayalku” (2007); As Paul T-Five performing “Khayalku” at “Badai Pasti Berlalu” in Concert by Mandiri VISA JCC-Plenary Hall, Jkt (28th March 2007); As Paul T-Five at KULKUL Fusion Ethnic Jazz Band (2007); SOULPLAY Live PA! with DJ Boim Ghetto & Joeniar Arief TOFU (2007 – Now)

Gordon Abraham (Goerdy) – Vocal/Tenor

Experiences:

T-Five (Accapella) (1997 – 1999)

Opening Group on Andre Hehanusa’s Concert in Hard Rock Café - Jakarta

Tour Music Cafe (1998), Iklan Nescafe Coffee (1998)

Backing Vocal on Andre Hehanusa’s recording (1998)

Announcer at SE Radio 88.1 FM (2004 – 2005)

Pre-Caster Indonesian Idol 2, 3, & 4 (2005 – 2007)

Vocal Director for Ever Nine Band first album (2008)

Featuring Artist:

As Gordon T-Five at KD Show, also featuring Joeniar Arief TOFU & Paul T-Five

SOULPLAY Live PA! with DJ Boim Ghetto & Joeniar Arief TOFU (2007 – Now)

Christian Marcus Nino (N9NE-O) – Vokal/Baritone – Rapp

Experiences:

Colors Crew (1992 – 1993)

R42 – Arfortitu (EMEN Music Production) (1993 – 1994), 7 Kurcaci (1998-1999)

The Shouter of Ucog from Pesta Rapp I (A Musica Music Indonesia Production)

Vocal/Rapp Director for Kaboom Band Mix Tape to BMG Indonesia (2002)

Coordinator & Founder of Original Organizer (2006 – Now)

Black Street R&B/Hip-Hop night at Studio East, Bdg (2006 – 2007)

Monday Slam R&B/Hip-Hop night at Tropicana, Bdg (2006 – 2007)

Reborn R&B/Hip-Hop night at Studio East, Bdg (2006 – 2007)

Featuring Artist:

As Nino at El-Fifty Band (1st Prize, MacDonald’s, Buah Batu – Bandung Band Competition) (1997)

As Original N9ne at “4 Karat” feat. Indrano van Kargo & Insightful Linguist, USS Records – Bdg (2004)

As N9NE-O of T-Five at Purpose’s “Gak Tau Diri”, Purpose Records – Bdg (2005)

As Original N9ne at DULE’s “Surat Ti Bandung”, FRACTALMINDZ Studio Production – Bdg (2006)

D I S C O G R A P H Y

1st album “T-Five” BMG, 2001

2nd album “Bebas” BMG, 2003

3rd album “Back To Back” Sony BMG, 2005

4th album “The Legacy” Pandawa Kreasindotama, 2009

Compilation, “Indie Fame” Fame Station – Bandung, 2000

Compilation, “Journey To The Top” Sony BMG – Mentos, 2003

Single, “Tak Akan Hilang” Twister Five Ent, 2008

January 21, 2009

EMMY LABIB : SECARA AKU WANITA

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 3:47 am

Lahir dengan nama Emmy Mariana Labib, Anak tunggal dari pasangan Bpk H. Helmi Labib (Alm), dan Ibu Hj Djurtinah ini dulunya adalah seorang perawat yang bercita-cita menjadi penyanyi.  Sejak kecil Emmy terlihat tomboy dan  senang memakai celana pendek dibandingkan memakai  rok, teman bermainnya pun selalu cowok kenangnya, itulah sebabnya maka kemudian Orang Tua Emmy memasukan Emmy ke sekolah perawat setelah  lulus SMP ke SPK (Sekolah Perawat Kesehatan) dan Program Pendidikan Bidan Inpres Kesdam (Kesehatan Daerah Militer) VI Tanjung Pura Banjarmasin, dengan harapan  sifat tomboynya berkurang karena disekolah tersebut banyak anak perempuannya.

Wanita  yang akrab dipanggil Emmy sempat bekerja menjadi Bidan di Polindes Depkes disebuah desa daerah terpencil di Banjarmasin. Tidak ada listrik dan penerangan seadanya,dengan situasi daerah rumah masing-masing berjarak 50 meter, sekaligus berhadapan dengan para pasien-pasien yang sedang berjuang antara hidup dan mati dalam proses melahirkan, membuat Emmy menjadi terbiasa menghadapi apa arti nya perjuangan hidup.

Bermula dari kumpul-kumpul bersama-sama temannya, karir bernyanyi emmy dimulai, dia membentuk sebuah group bernama New Girls Band dimana semua personilnya beranggotakan wanita. Setelah hampir 3 tahun malang melintang di Barito Pub New Girls Band kemudian bubar. Emmy melanjutkan hasratnya sebagai penyanyi di sebuah café  Banjarmasin bersama Khatulistiwa Band, sekaligus merangkap menjadi penyanyi di sebuah Restaurant bertaraf Internasional di Banjarmasin. Sejak itulah dia mulai mengumpulkan materi materi lagu untuk membuat Albumnya sendiri.

Di Album perdana Emmy Labib yang diberi judul SECARA AKU WANITA didalamnya berisikan 10 lagu, penulis lagu kondang antara lain Dewiq, Pay, Thomas Gigi dan tak lupa Hendy Gigi yang masih berasal dari satu daerah (Banjarmasin) di ajak bekerja sama dalam proses pembuatan Album ini, tak lupa juga musisi-musisi ternama seperti Tohpati dan Ony Saunine String Section ikut mentorehkan kepiawaian mereka didalam Album ini. Pemilik lebih dari 20 Ekor kucing diantaranya jenis persia dan campuran ini memang benar-benar serius didalam menggapai karirnya sebagai penyanyi, selain dia juga ikut memproduseri albumnya sendiri, ini bisa terlihat juga dari kualitas vocal Emmy dengan range yang berbeda-beda dari setiap lagu yang dia nyanyikan, seperti “Salah Arti” yang banyak menggunakan teknik falset, kemudian 1st singlenya “Tell Me” yang teknik vocal dan nuansa lagunya banyak terdapat instrument perkusi sehingga butuh kemampuan pitch control atau nada yang sangat kuat untuk menyanyikannya. Sedangkan didalam lagu “Dunia Cinta” Emmy bernyanyi penuh dengan riang gembira membawa kita dalam nuansa lagu-lagu di tahun 80 an seperti era Vina Panduwinata, salah satu idola penyanyi wanita nya.

Proses rekaman dan pengumpulan materinya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 1 Tahun, beruntung Emmy mempunyai jam terbang yang cukup ketika dia masih bernyanyi dari café ke café, ini membuatnya bisa mengimbangi arahan dari para pencipta lagu kawakan-kawakan tersebut. Karakter dan kualitas vocal Emmy yang berbeda dengan penyanyi-penyanyi wanita lainnya membuat Emmy yakin bisa ikut meramaikan Industri musik Indonesia. “Yang saya inginkan hanyalah menyanyi, itu saja” ucap Emmy. Jadi tunggu apa lagi mari kita dengarkan Emmy bernyanyi. (*)

D’BAMBY: SATU CERITA UNTUK CINTA

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 1:33 am

Satu lagi grup band meramaikan blantika musik Indonesia. Berjuang dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri, band asal Bogor bernama D’BAMBY menelurkan album pertamanya bertajuk “SATU CERITA UNTUK CINTA”. Terbentuk sejak tahun 2004, D’BAMBY yang keseluruhan personilnya perempuan, berhasil mengemas seluruh materi lagunya dengan penuh semangat, enerjik, centil dan apa adanya.

Sebuah kepolosan bermusik dari para pemainnya yang berusia 15-19 tahun terasa kental dalam album ini, dalam hit singlenya yang berjudul “PUTUS OKE” bisa kita dengar bagaimana lagu kecewa dibawakan dengan beat riang dan lirik polos yang membuat lagunya menjadi penyemangat dan ledekan buat pasangannya yang selingkuh.

Dengan centil D’BAMBY mengajak kita bergoyang dalam lagunya yang berjudul “SUKA KAMU”, nuansa regge menambah semangat kita yang ingin menyatakan perasaan kepada orang yang kita sukai. Semangat itu terus dibawa oleh D’BAMBY pada lagu tentang persahabatan berjudul “UNTUKMU KAWAN” yang dikemas dengan riang penuh canda dan tawa sampai kemudian kita bertemudengan lagu “DIMANA MEREKA” yang sangat kental dengan unsur disko didalam arrangernya. Masih banyak lagu lainnya yang memiliki jenis unsur karakter musik yang beraneka ragam seperti pop, rock swing, disko, regge, dll yang dapat ditemukan dalam album ini, judul lainnya yaitu TAK’KAN TERTIPU LAGI - KATA’MU!! - SADARILAH KUMENCINTAIMU - KU TAK MENGERTI MAUMU? - DIAM TANPA KATA;membuat album “SATU CERITA UNTUK CINTA” menjadi penuh dengan nuansa.

Sebagai sebuah pernyataan kasih sayangnya yang sangat mendalam, D’BAMBY secara khusus membuat lagu berjudul “IBU” dengan nuansa rock membuat kita selalu ingat kepada ibunda kita tercinta. Tentu saja D’BAMBY berharap hasil karya mereka dapat diterima oleh masyarakat luas dan menjadi semangat baru dalam alunan musik.

SEBUAH PERJUANGAN

D’BAMBY dulu bernama Z-BUMB, atas prestasinya yang telah menjuarai beberapa festival, pada awal 2007 band ini pernah dijanjikan untuk membuat 1 buah album oleh penyelenggara festival tersebut, dalam tempo satu minggu, mereka memproduksi sejumlah karya yang siap dikemas dalam sebuah album, namun entah mengapa ditengah penggarapannya, album tersebut tidak kunjung selesai tanpa alasan yang jelas, mereka menjadi kehilangan arah dan sangat kecewa.

Namun tak lama kemudian mereka mendapat tawaran dan ajakan bergabung oleh salah satu major label baru dikota Bogor, kembali band ini termotivasi untuk melakukan yang terbaik dan proyek album dilanjutkan, namun ketidakcocokan program kerja dan kesepahaman menjadi kendala yang akhirnya memutuskan mereka keluar dari major label tersebut.


Saat itu mereka sangat terpuruk, namun dengan semangat pantang menyerah akhirnya D’BAMBY dapat berdiri sendiri, melakukan pembiayaan sendiri dan menjual semua harta benda mereka untuk menyelesaikan albumnya. Dan akhirnya pada awal 2008 D’BAMBY dapat menyelesaikan album indienya yang pertama dengan title “SEBUAH PERJALANAN”


Dengan single hits pertamanya “SAHABAT KITA” berhasil mengguncang telingga fans musik D’BAMBY dan menjadi lagu kebangsaan D’BAMBY, dengan bantuan rekan media dan radio, lagu-lagu D’BAMBY beredar dibeberapa kota di Indonesia, perjuangan ini membuat D’BAMBY mendapatkan kepuasan yang tak bisa terungkapkan.

D’BAMBY sudah menjadi pilihan hidup mereka, dengan sabar dan tabah semua cobaan yang ada mereka hadapi dalam membuat album ini. Semua mereka kerjakan secara mandiri mulai dari produksi, promo dll. Tapi mereka percaya, dengan itu D’BAMBY bisa meraih mimpi. Mereka bangga karena dalam album ini mereka bermain musik dengan menjadi diri endiri, tidak peduli orang berkomentar apa, inilah musik kita apa adanya. Sebuah karya dari D’BAMBY dengan “SATU CERITA UNTUK CINTA” yang akan menginspirasi dan menambah semangat kita semua. (*)

Soft Launching Album Satu Cerita Untuk Cinta

Rabu, 28 Januari 2009 Jam 14.30 s/d selesai

Foodcourt Pasar Festival Kuningan - Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro , Jakarta

January 20, 2009

LDKM STIE BINA BANGSA BANTEN

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 2:30 am

KITA BERPIKIR DAN BERBUAT, MAKA KITA ADA

Untuk memberikan dasar-dasar keterampilan manajemen dan pengembangan kreativitas dalam berorganisasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Bina Bangsa Banten menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Villa Luwuk Gunung Sari, Kabupaten Serang, Jum’at-Minggu (16-18/01) lalu. LDKM tersebut dilaksanakan cukup berbeda, pasalnya kombinasi materi dan praktik diberikan secara padat dan berimbang dengan menghadirkan nara sumber dan instruktur yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hal ini dikarenakan, tujuan awal digelarnya kegiatan ini adalah untuk mencetak aktivis yang siap menghadapi tantangan zaman.

www.stiebinabangsa.multiply.com

Pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta ini diisi oleh materi-materi seputar kepemimpinan. Hadir dalam memberikan materi, H. Hafidzi (Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang), Halim Permana (Mantan sekum HMI Cabang Bandung), Khoirul Umam (Wakil Ketua KNPI Provinsi Banten), Agus Najiullah (Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Serang), Deni (Presiden Mahasiswa IAIN “SMH” Banten), Suwaib Amiruddin (Sosiolog Untirta), dan Syadeli (Ketua KNPI Kota Serang).

“Peserta LDKM ini merupakan hasil seleksi dan dipersiapkan untuk alih generasi kepengurusan BEM STIE Bina Bangsa Banten periode berikutnya. Kita ingin sebelum jadi pengurus, mereka bisa mengakrabkan diri satu sama lain dan memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi,’ ujar Riri, Ketua Pelaksana LDKM STIE Bina Bangsa Banten.

Hal senada diungkapkan oleh Ali Faisal, Puket III STIE Bina Bangsa Banten sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan ini, “Dengan tema ‘Kita Berpikir dan Berbuat, Maka Kita Ada’ Kegiatan ini telah dipersiapkan sedemikian rupa oleh panitia dari BEM STIE Bina Bangsa Banten untuk membangun karakter mahasiswa yang pemikir, kreatif, egaliter dan berjiwa kepemimpinan. Selain menghadirkan pembicara yang berkompeten dibidangnya, panitia juga bekerjasama dengan pengurus BEM dan pencinta alam dari IAIN ‘SMH’ Banten sebagai tim pendamping, sehingga kegiatan ini dapat menggali kemampuan-kemampuan dasar dan menumbuhkembangkan sifat kepemimpinan para peserta dengan optimal,” jelasnya.

Dalam pelatihan itu, panitia sengaja membagi peserta hanya dalam dua buah tenda untuk putra dan putri tanpa lampu penerangan dan fasilitas yang serba terbatas. Agar fokus dalam menerima semua materi yang diberikan, selama kegiatan ini berlangsung para peserta juga dilarang berkeliaran keluar area dan membatasi komunikasi melalui handphone. Peserta berkonsentrasi mempelajari sejumlah materi mulai dari bagaimana mengenal alam, ikhlas learning, Konsep kepemimpinan dan Pola Pengembangan Dalam Organisasi Kemahasiswaan, Logika dan Lingua Franca Berpikir Mahasiswa, Manajemen Administrasi dan Kepemimpinan dalam Organisasi, Teknik Membentuk tim kerja yang efektif dan terukur, Teknik Persidangan, Interupsi dan Diskusi, serta Membangun Sinergitas Mahasiswa dan Pemerintah model Link and Match.

Disela-sela kesempatan itu, panitia menghadirkan dosen STIE Bina Bangsa, Rudi Zulfikar yang memaparkan manfaat dari dibentuknya Himpunan Mahasiswa, dan Kiras Saragih untuk mengetahui secara mendalam bagaimana Teknik Pembuatan Proposal dan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan Shering pengalaman organisasi dengan nara sumber baik dari luar maupun dari dalam lingkungan kampus. Dalam diskusi panel, peserta juga dibekali wawasan berorganisasi mulai dari formula teoritis organisatoris sampai dengan kemanfaatan aplikatif.

Didik Wahyudi, mahasiswa semester 2 jurusan manajemen yang menjadi salah satu peserta latihan LDKM, merasa bersyukur terpilih mengikuti kegiatan ini. “Narasumbernya cukup berbobot dan dapat memberikan satu pengalaman baru buat saya, LDKM ini memberikan pemahaman pentingnya berorganisasi dalam kehidupan nyata. Ternyata menjadi pemimpin yang baik itu tidak lagi difokuskan pada figur diri seorang pemimpin, namun lebih merupakan proses yang melibatkan partisipasi masyarakat,” ungkapnya. Selain menyuguhkan simulasi dan games yang berkaitan dengan kepemimpinan dan keorganisasian, untuk menghindari kejenuhan peserta, panitia menghadirkan sastrawan Ibnu PS Megananda dan Mahdiduri untuk berpuisi. Pada hari terakhir, peserta juga diajak outbond dikawasan alam terbuka Villa Luwuk Gunungsari.

Sementara itu Ketua STIE Bina Bangsa Banten, Furtasan Ali Yusuf mengungkapkan, “Kegiatan LDKM ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berjiwa pemimpin. Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan ini akan berlanjut pada tingkat yang lebih tinggi, dari sini kami berharap akan tumbuh bibit-bibit baru yang memiliki jiwa kepemimpinan dan memahami manajemen organisasi,” terangnya. *** (Wira)

January 12, 2009

TESTAMENT - The Formation of Damnation

Filed under: Uncategorized — bantenmuda @ 9:56 am

TESTAMENT kembali menyerang!

Di bawah naungan label metal raksasa Nuclear Blast, band asal San Fransisco ini melempar The Formation of Damnation. Inilah album yang disambut dengan penuh sukacita oleh kalangan metal di berbagai belahan dunia, sekaligus merupakan pembuktian dedikasi Testament di kancah metal dunia.

Rentang karir yang telah mencapai seperempat abad (Testament terbentuk pada 1983!) tidak menjadikan band ini kehilangan power. Sebaliknya, band yang sekampung dengan Metallica, Anthrax, dan Exodus ini semakin dihormati dan menarik penggemar baru.

Band yang merilis debut The Legacy pada 1987 ini tak saja semakin matang, namun semakin keras menghantam. Tak heran, penjualan The Formation…di pasaran Eropa dan Amerika mencatat angka yang amat mencengangkan bahkan pada minggu-minggu awal dirilisnya. Angka penjualan serta respon publik yang amat baik itu tidak saja karena Testament adalah nama besar yang amat memberi garansi,  namun The Formation of Damnation sekaligus pula kabar gembira: kembalinya para personil legendaris mereka dalam formasi klasik.

Posisi lead guitar di album ini kembali diisi Alex Skolnick, mahaguru yang amat disegani di kalangan gitaris metal dan  jazz sekaligus. Petikan solonya yang membuai bisa disimak antaranya pada More Than Meets The Eye dan The Evil Has Landed. Sementara itu, the riffage king Eric Peterson, sosok yang memberi warna kental dalam musik Testament kembali hadir dengan riff-riff nya yang thrashy. Rhythm section diperkuat oleh bassis orisinil mereka Greg Christian serta drummer Paul Bostaph yang keperkasaan dan dedikasinya pada Testament tak lagi diragukan. Sekedar catatan tambahan, Bostaph pulalah yang mensupport Testament dalam tour promosi The Ritual segera setelah Louie Clemente mengundurkan diri. Keempat instrumentalis di atas mengiringi performa Chuck Billy, vokalis berdarah Indian Cherokee yang permainan vokalnya yang gahar tak bisa diimitasi oleh vokalis metal manapun.

Di album ini, berbagai variasi teknik vokal seperti yang pernah  dilakukannya album-album terdahulu kembali ditampilkan. Nomor yang menjadi judul album ini, The Formation of Damnation misalnya, dibawakan dengan teknik growl sebagaimana pernah dilakukannya dalam album The Gathering (2000). Sementara More Than Meets The Eye segera akan mengingatkan orang akan permainan vokalnya dalam album The Ritual (1992).

Beragam tema ditampilkan dalam album ini, kesemuanya diangkat dari fenomena sosial politik global. The Evil Has Landed misalnya, merupakan penghayatan mereka akan kengerian yang tercipta dengan runtuhnya menara kembar WTC akibat serangan terroris. Sementara Killing Season adalah refleksi mereka akan kejamnya perang  yang membawa kepedihan dan ketidakmanusiawian, suatu lagu yang terinspirasi dari komunikasi mereka dengan para prajurit Amerika di medan perang.

Dirilis oleh CSA Records sebagai satu-satunya pemegang lisensi Nuclear Blast di Indonesia, The Formation of Damnation tak pelak adalah suguhan metal terbaik di tahun 2008. (*)