LDKM STIE BINA BANGSA BANTEN
KITA BERPIKIR DAN BERBUAT, MAKA KITA ADA
Untuk memberikan dasar-dasar keterampilan manajemen dan pengembangan kreativitas dalam berorganisasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Bina Bangsa Banten menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Villa Luwuk Gunung Sari, Kabupaten Serang, Jum’at-Minggu (16-18/01) lalu. LDKM tersebut dilaksanakan cukup berbeda, pasalnya kombinasi materi dan praktik diberikan secara padat dan berimbang dengan menghadirkan nara sumber dan instruktur yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hal ini dikarenakan, tujuan awal digelarnya kegiatan ini adalah untuk mencetak aktivis yang siap menghadapi tantangan zaman.
www.stiebinabangsa.multiply.com
Pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta ini diisi oleh materi-materi seputar kepemimpinan. Hadir dalam memberikan materi, H. Hafidzi (Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang), Halim Permana (Mantan sekum HMI Cabang Bandung), Khoirul Umam (Wakil Ketua KNPI Provinsi Banten), Agus Najiullah (Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Serang), Deni (Presiden Mahasiswa IAIN “SMH” Banten), Suwaib Amiruddin (Sosiolog Untirta), dan Syadeli (Ketua KNPI Kota Serang).
“Peserta LDKM ini merupakan hasil seleksi dan dipersiapkan untuk alih generasi kepengurusan BEM STIE Bina Bangsa Banten periode berikutnya. Kita ingin sebelum jadi pengurus, mereka bisa mengakrabkan diri satu sama lain dan memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi,’ ujar Riri, Ketua Pelaksana LDKM STIE Bina Bangsa Banten.
Hal senada diungkapkan oleh Ali Faisal, Puket III STIE Bina Bangsa Banten sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan ini, “Dengan tema ‘Kita Berpikir dan Berbuat, Maka Kita Ada’ Kegiatan ini telah dipersiapkan sedemikian rupa oleh panitia dari BEM STIE Bina Bangsa Banten untuk membangun karakter mahasiswa yang pemikir, kreatif, egaliter dan berjiwa kepemimpinan. Selain menghadirkan pembicara yang berkompeten dibidangnya, panitia juga bekerjasama dengan pengurus BEM dan pencinta alam dari IAIN ‘SMH’ Banten sebagai tim pendamping, sehingga kegiatan ini dapat menggali kemampuan-kemampuan dasar dan menumbuhkembangkan sifat kepemimpinan para peserta dengan optimal,” jelasnya.
Dalam pelatihan itu, panitia sengaja membagi peserta hanya dalam dua buah tenda untuk putra dan putri tanpa lampu penerangan dan fasilitas yang serba terbatas. Agar fokus dalam menerima semua materi yang diberikan, selama kegiatan ini berlangsung para peserta juga dilarang berkeliaran keluar area dan membatasi komunikasi melalui handphone. Peserta berkonsentrasi mempelajari sejumlah materi mulai dari bagaimana mengenal alam, ikhlas learning, Konsep kepemimpinan dan Pola Pengembangan Dalam Organisasi Kemahasiswaan, Logika dan Lingua Franca Berpikir Mahasiswa, Manajemen Administrasi dan Kepemimpinan dalam Organisasi, Teknik Membentuk tim kerja yang efektif dan terukur, Teknik Persidangan, Interupsi dan Diskusi, serta Membangun Sinergitas Mahasiswa dan Pemerintah model Link and Match.
Disela-sela kesempatan itu, panitia menghadirkan dosen STIE Bina Bangsa, Rudi Zulfikar yang memaparkan manfaat dari dibentuknya Himpunan Mahasiswa, dan Kiras Saragih untuk mengetahui secara mendalam bagaimana Teknik Pembuatan Proposal dan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan Shering pengalaman organisasi dengan nara sumber baik dari luar maupun dari dalam lingkungan kampus. Dalam diskusi panel, peserta juga dibekali wawasan berorganisasi mulai dari formula teoritis organisatoris sampai dengan kemanfaatan aplikatif.
Didik Wahyudi, mahasiswa semester 2 jurusan manajemen yang menjadi salah satu peserta latihan LDKM, merasa bersyukur terpilih mengikuti kegiatan ini. “Narasumbernya cukup berbobot dan dapat memberikan satu pengalaman baru buat saya, LDKM ini memberikan pemahaman pentingnya berorganisasi dalam kehidupan nyata. Ternyata menjadi pemimpin yang baik itu tidak lagi difokuskan pada figur diri seorang pemimpin, namun lebih merupakan proses yang melibatkan partisipasi masyarakat,” ungkapnya. Selain menyuguhkan simulasi dan games yang berkaitan dengan kepemimpinan dan keorganisasian, untuk menghindari kejenuhan peserta, panitia menghadirkan sastrawan Ibnu PS Megananda dan Mahdiduri untuk berpuisi. Pada hari terakhir, peserta juga diajak outbond dikawasan alam terbuka Villa Luwuk Gunungsari.
Sementara itu Ketua STIE Bina Bangsa Banten, Furtasan Ali Yusuf mengungkapkan, “Kegiatan LDKM ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berjiwa pemimpin. Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan ini akan berlanjut pada tingkat yang lebih tinggi, dari sini kami berharap akan tumbuh bibit-bibit baru yang memiliki jiwa kepemimpinan dan memahami manajemen organisasi,” terangnya. *** (Wira)